sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penjualan sayur dan es krim melonjak selama pandemi

Penjual yang memiliki kanal pemasaran digital dinilai lebih tangguh menghadapi pandemi.

Ghalda Anisah
Ghalda Anisah Senin, 05 Okt 2020 14:34 WIB
Penjualan sayur dan es krim melonjak selama pandemi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat beradaptasi dengan kebiasaan baru. Salah satunya, kanal digital saat ini cenderung menjadi stategi utama pelaku usaha di Indonesia untuk mempertahankan bisnisnya di tengah wabah.

Penjual sayur dan sembako Sayur Home Delivery dan es krim Comeagain, salah satu pegiat usaha yang beradaptasi dengan pandemi melalui platform digital Tokopedia. Mereka adalah bagian dari 9 juta penjual di Tokopedia yang UMKM-nya 100%. 

External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya menyatakan, penjual yang memiliki kanal pemasaran digital dinilai lebih tangguh menghadapi pandemi. Artinya, mereka berhasil mempertahankan kelangsungan bisnis dan memastikan lapangan pekerjaan tetap terjaga.

"Tokopedia akan terus mengakselerasi adopsi platform digital ke lebih banyak UMKM Indonesia. Ini demi membantu bertahan, sekaligus berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi yang saat ini terdampak pandemi. Mengingat, UMKM adalah penyumbang lebih dari 60% pendapatan negara," kata Ekhel lewat keterangan tertulis, Senin (5/10).

Tidak hanya itu, Sayur Home Delivery juga membantu penjual sayur dan ojek online berjuang di saat pandemi ini dikarenakan membawa dampak bagi semua orang. Misalnya, Hubertus Wim Djanoko dan Istrinya. Dia harus menutup konveksinya sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan. 

"Walau konveksi tutup, kami harus membantu karyawan di konveksi agar tetap bisa bertahan di tengah pandemi. Akhirnya, saya memutuskan keluar dari pekerjaan lama saya untuk bersama istri memulai bisnis lain yang lebih relevan agar bisa mendorong penghasilan," ungkap Wim.

Wim juga menyatakan, bahwa Kondisi masyarakat yang tidak bisa bepergian ke luar rumah dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, menjadi peluang usaha yang dimanfaatkan Wim dengan membuka usaha Sayur Home Delivery.

"Keinginan saya untuk menjadi pebisnis sejak lama akhirnya terwujud. Pandemi, menjadi momentum tersendiri bagi saya untuk memulai berbisnis lewat kanal digital," bebernya.

Sponsored

Hal senada dikatakan Richwan Hartono. Dia mengaku, membangun bisnis es krimnya yang terinspirasi dari cuaca Jakarta yang panas bersama rekannya yang bernama Amie Tan, rekannya telah memiliki pengalaman di bidang pastry. 

"Kondisi ini mendorong kami segera mengubah strategi dan mulai melakukan beberapa penyesuaian demi mempertahankan bisnis dan lapangan pekerjaan, salah satunya dengan memanfaatkan kanal digital seperti Tokopedia," ungkap Richwan. 

Richwan menambahkan, pesanan comeagain lewat Tokopedia selama pandemi meningkat 2x lipat dan 60% penjualan berasal dari Tokopedia. "Saya merasa sangat terbantu karena melalui kanal digital, seperti Tokopedia tidak ada biaya sewa toko. Pengeluaran menjadi jauh lebih efisien. Kami juga bisa tetap mempertahankan karyawan," tandasnya.

Berita Lainnya