sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Permintaan daging naik, impor minta ditambah

Permintaan daging biasanya naik tiga kali lipat saat Idulfitri namun stok hanya cukup tiga bulan.

Mona Tobing
Mona Tobing Sabtu, 25 Mei 2019 10:00 WIB
Permintaan daging naik, impor minta ditambah

Menjelang hari raya Idulfitri, ketersediaan daging di pasar terus dipantau. Guna, memastikan harga daging di pasar tidak merangkak naik.

Agar harga daging stabil, Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (APJI) akan terus menggelar operasi pasar daging di Jakarta sampai dengan H-1 Lebaran.

Sekjen APJI Diana Dewi menjelaskan, operasi pasar terus dilakukan sejak awal Ramadan sampai dengan H-1 Lebaran untuk menstabilkan harga daging di Jakarta dan sekitarnya. 

Diana memperkirakan permintaan daging akan meningkat di Ramadan dan Lebaran 2019 dibandingkan tahun 2018.

"Saya berharap pemerintah segera membuka keran impor daging untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan menjelang Lebaran. Sebab stok yang ada sekarang hanya untuk empat bulan, sementara menjelang Lebaran biasanya permintaan naik tiga kali lipat," ujar Diana.

Operasi pasar daging sapi dan kerbau beku ini dilaksanakan di seluruh wilayah Jakarta ditambah dengan Depok, Bekasi dan Bogor di 100 titik lokasi dan diselenggarakan sejak awal Ramadan sampai nanti H-1.

Daging beku operasi pasar dijual dengan harga Rp70.000 per kilogram, sedangkan harga normal di pasar saat ini di kisaran Rp80.000 per kilogram.

Diana memperkirakan permintaan daging  akan terus meningkat sampai menjelang Lebaran. Apalagi berdasarkan data telah terjadi kenaikan daya beli masyarakat Jakarta sebesar 10%.

Sponsored

Diana juga menyampaikan saat H-1 nanti melalui Toko Daging Nusantara di Kranggan Bekasi akan digelar pasar murah daging beku dengan harga Rp65.000 per kilogram.

Hanya saja jumlahnya akan dibatasi mengingat stok yang tersedia untuk operasi pasar murah itu hanya 5 ton.

Ini untuk stabilitas harga daging sapi sulit untuk mengandalkan sapi dan kerbau lokal. Untuk itu pemerintah harus segera membuka keran impor khususnya dari Selandia Baru.

"Memang pemerintah tengah melaksanakan program pembiakan sapi lokal melalui inseminasi buatan, namun hasilnya tentu baru akan terlihat dalam waktu dua atau tiga tahun mendatang," ujar Diana.

"Selama ini konsumsi daging di Indonesia rata-rata berkisar 2,5 kilogram per kapita, namun biasanya menjelang Lebaran ini konsumsi ini meningkat tiga kalinya," ujar dia. (Ant)

Berita Lainnya