logo alinea.id logo alinea.id

Pertama kali, pembangunan Sejuta Rumah melampaui target

Realisasi pembangunan rumah dalam Program Satu Juta Rumah sepanjang 2018 mencapai 1.132.621 unit.

Laila Ramdhini Selasa, 08 Jan 2019 18:39 WIB
Pertama kali, pembangunan Sejuta Rumah melampaui target

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan realisasi pembangunan rumah dalam Program Satu Juta Rumah sepanjang 2018 mencapai 1.132.621 unit.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan capaian pembangunan rumah selama tahun 2018 berasal dari pembangunan rumah yang dibangun oleh Kementerian PUPR dan pemerintah daerah 328.885 unit dan pengembang perumahan 447.364 unit.

Sementara, dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di sektor swasta dan masyarakat 9.392 unit. Adapun pembangunan rumah untuk  Non MBR yang berasal dari masyarakat dan pengembang perumahan angkanya 346.980 unit. 

“Kami akan terus mendorong agar tahun 2019 ini capaian Program Satu Juta Rumah bisa melebihi apa yang telah dicapai pada tahun 2018,” kata Khalawi dalam siaran tertulis, Selasa (8/1).

Sebagai informasi, Program Satu Juta Rumah merupakan salah satu program strategis nasional  yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sejak tanggal 29 April 2015.

Hasil pembangunan rumah yang termasuk dalam Program Satu Juta Rumah sejak dicanangkan belum pernah mencapai target. Tercatat pada 2015 jumlahnya 699.770 unit, tahun 2016 sebanyak 805.169 unit dan tahun 2017 sebanyak 904.758 unit. 

"Setiap tahun, proporsi pembangunan rumah tersebut adalah 70% untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sisanya sebanyak 30% untuk non MBR," kata Khalawi.

Khalawi juga menjelaskan, sebetulnya kemampuan pemerintah untuk menyediakan hunian bagi masyarakat melalui dana APBN hanya sekitar 20%. Sedangkan sisanya sekitar 30% berasal dari bantuan pembiayaan perumahan yakni KPR dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Sementara, 50% adalah rumah yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya dan pengembang perumahan secara formal. 

Sponsored