sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Presiden: Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia tercepat di Asia Tenggara

Transformasi teknologi menciptakan momentum yang bukan saja membawa dunia keluar dari pandemi.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 13 Apr 2021 07:44 WIB
Presiden: Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia tercepat di Asia Tenggara

Sebagai Partner Country dari pameran teknologi terbesar Jerman di dunia, yaitu Hannover Messe 2021, Indonesia bertekad dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengakselerasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya mengatakan, transformasi teknologi menciptakan momentum yang bukan saja membawa dunia keluar dari pandemi, tetapi juga untuk melakukan lompatan besar ke depan. 

“Di 2045, pada usia seabad akan menjadi tahun emas bagi Indonesia, dan ini adalah visi besar Indonesia yaitu 'Indonesia Emas' yang diwujudkan melalui industri 4.0," katanya, Senin (12/4).

Dia menjelaskan, perkembangan ekonomi digital dan industri 4.0 di Indonesia adalah yang tercepat di Asia Tenggara. Indonesia sudah memiliki 2.193 perusahaan rintisan (startup) dan ini merupakan jumlah kelima terbesar di seluruh dunia.

“Industri ini akan berkontribusi pada PDB Indonesia sekitar US$133 miliar di 2025, dan didukung oleh 185 juta penduduk Indonesia yang memiliki akses internet, terbesar keempat di dunia," ujarnya.

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, dalam pameran tahun ini, pemerintah mengusung tema Making Indonesia 4.0.

Sehingga, sebagai Partner Country dapat menampilkan diri sebagai negara emerging yang tengah melakukan transformasi ekonomi menuju industri 4.0 yang berbasis riset dan inovasi. 

"Indonesia harus bisa tampil dan menunjukkan eksistensi sebagai negara ekonomi besar," kata dia.

Sponsored

Pemerintah juga ingin berbagi kepada dunia mengenai peta jalan (roadmap) penerapan industri 4.0 yang difokuskan sektor elektronik, kimia, otomotif, makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, serta farmasi dan alat kesehatan.

Di sektor kimia, farmasi, dan tekstil, sejumlah perusahaan telah mengimplementasikan industri 4.0 yang memungkinkan efisiensi dan peningkatan daya saing. 

Revolusi industri ke-4 yang merupakan perpaduan teknologi dengan mengintegrasikan sumber daya teknologi, mesin, kecerdasan buatan, dan manusia, memberikan perubahan besar dalam sektor tersebut.

Hannover Messe akan memberikan wadah bagi dunia usaha untuk menjaring investor skala global. Pada sektor perdagangan, para pelaku usaha juga dapat memperoleh kesempatan mendapatkan mitra untuk memperluas ekspornya.

Di pameran ini, ada 156 pelaku industri dari Indonesia yang akan berpartisipasi, dan 54 di antaranya berasal dari sektor industri logam, mesin dan alat transportasi dan elektronika. Selain itu, ada 63 startup Indonesia yang akan ikut serta.

Rata-rata Hannover Messe dihadiri 225.000 pengunjung dari seluruh dunia. Namun, untuk tahun ini pameran Hannover Messe diperkirakan menarik 1 juta pengunjung.

“Karena tahun ini pameran dilaksanakan secara daring sehingga dapat menjangkau target peserta yang lebih banyak,” ucapnya.

Sebagai informasi, rangkaian acara akan digelar secara virtual pada 12-16 April 2021. Acara ini memamerkan berbagai inovasi startup, teknologi informasi (TI), robotika, energi, kendaraan listrik, dan produk teknologi lainnya. 

Berita Lainnya