logo alinea.id logo alinea.id

Pilih-pilih instrumen investasi obligasi

Investasi di obligasi pemerintah menguntungkan dan aman karena dijamin oleh pemerintah serta memiliki fluktuasi harga yang rendah.

Satriani Ariwulan
Satriani Ariwulan Senin, 16 Okt 2017 18:36 WIB
Pilih-pilih instrumen investasi obligasi

Ingin berinvestasi, namun bingung menentukan instrumen untuk memarkir dana? Obligasi atau surat utang mungkin bisa menjadi salah satu piilihan.

Instrumen ini merupakan salah satu alternatif investasi yang menguntungkan. Pemilik obligasi akan mendapatkan keuntungan dari kupon dan potensi kenaikan harga. Dibandingkan dengan saham, obligasi juga relatif aman karena fluktuasi harganya yang rendah. 

Berikut beberapa obligasi yang diterbikan oleh pemerintah dan bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin berinvestasi.

1. Obligasi Negara Ritel (ORI).
Obligasi ini diterbitkan oleh pemerintah bagi investor ritel. Karena diterbitkan oleh pemerintah, maka obligasi ini aman dari risiko gagal bayar. Biasanya, pemerintah mulai menawarkan ORI pada bulan September atau Oktober setiap tahunnya. Tenor yang ditawarkan juga cukup pendek sekitar tiga tahun, dengan kupon tetap (fixed) dan dapat diperdagangkan (tradable) di pasar sekunder.

Kupon yang ditawarkan juga cukup memikat. Tahun lalu, pemerintah menetapkan kupon sekitar 6,6% per tahun. Adapun untuk minimum pemesanan ditetapkan Rp 5 juta dan maksimum Rp 3 miliar. Pemesanan dapat dilakukan melalui Agen Penjual yang telah ditunjuk Pemerintah dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku.  

2. Sukuk Ritel

Sukuk ritel (SR) hampir sama seperti ORI. Namun, penerbitannya menggunakan prinsip-prinsip syariah. Umumnya SR juga bertenor pendek sekitar tiga tahun dengan imbalan  tetap.

Seperti ORI, minimal investasi di SR sebesar Rp 5 juta dan bisa diperdagangkan. Dengan demikian, investor akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga di pasar sekunder. 

Sponsored

Nah, sukuk ritel ini biasanya memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan ORI. Misalnya imbalan sukuk ritel seri SR008 yang diterbitkan Maret 2016 lalu ditetapkan sebesar 8,3% per tahun.

Belum lama ini pemerintah juga menerbitkan sukuk ritel seri SR009 dengan tingkat imbalan sekitar 6,9% per tahun. Sukuk ritel yang diterbitkan Maret 2017 itu melakukan pembayaran imbalan setiap bulan pada tanggal 10. 

3. Saving Bonds

Jenis lainnya merupakan tabungan obligasi ritel atau saving bonds ritel (SBR). Sama seperti ORI dan sukuk ritel, saving bonds juga diterbitkan oleh pemerintah bagi investor ritel. Namun bedanya, instrumen ini tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. 

Kendati demikian, investor tak perlu khawatir karena saving bonds memiliki mekanisme pencairan lebih awal sebelum jatuh tempo atau early redemption. Dimana, minimum kepemilikan early redemption ditetapkan oleh pemerintah. 

Saving bonds berjangka waktu pendek sekitar dua hingga tiga tahun. Tingkat kupon ditentukan floating with floor dengan penghitungan tingkat bunga penjaminan LPS ditambah spread. Nah, untuk saving bonds seri SBR002 yang diterbitkan pemerintah Mei 2016 lalu, menetapkan kupon with floor 7,5%.

4. Sukuk Tabungan

Sukuk Tabungan merupakan versi syariah dari Saving Bonds. Sehingga konsepnya juga sama seperti Saving Bonds yang tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, namun memiliki mekanisme early redemption. Minimum kepemilikan early redemption di sukuk tabungan ditentukan lebih kecil dibandingkan saving bonds.

Berbeda dengan Saving Bonds, sukuk tabungan menawarkan imbalan tetap. Sukuk tabungan seri ST001 yang diterbitkan pemerintah menetapkan imbalan 6,9% per tahun. Sedangkan jangka waktu sekitar dua tahun.