logo alinea.id logo alinea.id

Presiden Jokowi resmikan pabrik mobil Esemka

Esemka sudah dirintis kurang lebih selama 10 tahun lalu oleh para teknisi, anak-anak SMK, dan sejumlah inisiator.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Jumat, 06 Sep 2019 14:17 WIB
Presiden Jokowi resmikan pabrik mobil Esemka

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik otomotif karya anak bangsa PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Boyolali, Jawa Tengah, hari ini (6/9). Jokowi mengatakan peresmian pabrik ini merupakan langkah untuk pengembangan industri otomotif nasional.

"Banyak yang bertanya kepada saya mengapa mau meresmikan pabrik Esemka ini. Karena, saya ingin mendukung pengembangan otomotif nasional, " kata Presiden Jokowi di Boyolali, Jumat (6/9).

Menurut Jokowi, pihaknya mendukung merek lokal atau nasional seperti industri otomotif Esemka di Boyolali ini. Mobil Esemka adalah brand dan principal Indonesia, dan merek sendiri yang sudah dirintis kurang lebih selama 10 tahun lalu oleh para teknisi, anak-anak SMK, dan sejumlah inisiator.

“Saya melihat bagaimana mesin dan komponen lain dirakit banyak sekali yang berasal dari dalam negeri. Artinya, lokal kontennya sudah baik, meski saya tahu pasti belum sampai ke angka 80 persen, apalagi 100 persen," kata Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan setelah berhasil memproduksi mobil, langkah yang harus dipikirkan yakni cara menjual atau distribusinya.

Menurut Jokowi, sebagai sebuah usaha pertama dalam memulai industri otomotif dengan brand dan principal Indonesia ini, keberanian dari PT Solo Manufaktur Kreasi ini patut diacungi jempol. 

“Tidak mudah dan gampang masuk pasarnya, tetapi kalau sebagai sebuah bangsa mau menghargai karya sendiri brand dan principal Indonesia ini, mobil esemka akan laku,” ujarnya.

Jokowi mengatakan pabrik nasional tersebut ke depan akan memiliki efek yang berantai. Sebab, industri ini akan terkait dengan berbagai pihak seperti industri menengah, kecil, sampai industri rumah tangga yang berperan dalam rantai pasokan yang panjang. Sehingga, membuka lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya.

Sponsored

Bukan hanya pekerja langsung yang mendapat manfaat, kata dia, tetapi multiplier effect yang besar secara umum pada ekonomi terutama di wilayah Kabupaten Boyolali akan sangat besar.

"Oleh karena itu, semuanya harus mendukung. Saya tidak ingin memaksa untuk membeli, tetapi jika melihat produknya dan saya sudah mencoba langsung memang wajib kita beli mobil ini," katanya.  

Sebelum meresmikan fasilitas produksi dan produk mobil Esemka, Jokowi melihat-lihat proses produksi mobil Bima. Truk ringan Esemka Bima 1.3 hadir dengan kabin yang lega serta ruang kargo yang luas cocok untuk lebih banyak muatan. Dilengkapi dengan mesin 1.3 L Dohc 16 v yang tangguh dan bertenaga.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) Edi Wirajaya menegaskan Esemka merupakan perusahaan swasta nasional yang 100 persen dimiliki oleh swasta. "Kami bukan mobil nasional yang dipahami orang selama ini, Esemka mobil buatan Indonesia karya anak bangsa sendiri,” kata dia.

Edi mengatakan perusahaan juga mengikuti setiap aturan yang ditetapkan, serta semua peraturan yang berlaku industri ini. Pihaknya berharap dengan diresmikan fasilitas ini, Esemka bisa merintis kemajuan industri otomotif buatan Indonesia sekaligus satu langkah maju dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Sehingga, menjadi SDM unggul melalui pemberdayaan para siswa lulusan SMK yang secara langsung diseleksi terlibat dalam proses produksinya.

“Para siswa lulusan SMK merupakan anak bangsa yang ingin membuktikan bahwa mereka mampu dalam berkarya bagi nusa dan bangsa serta mengharumkan nama Indonesia. Esemka inilah hasil kerja kami selama ini, kami berharap fasilitas ini dapat memberikan manfaat yang baik untuk masyarakat Boyolali khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya," katanya.

Presiden Jokowi didampingi Direktur Utama PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka), Edi Wirajaya, dan sejumlah menteri antara lain Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Jaksa Agung HM Prasetyo, anggota DPR RI Komisi VIII Budiman Sudjatmiko, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, dan Bupati Boyolali Seno Samodro. (Ant)