sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Realisasi lifting migas 2019 tidak capai target

SKK Migas menyatakan ada berbagai kendala yang menghambat lifting migas sepanjang 2019.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 09 Jan 2020 16:05 WIB
Realisasi lifting migas 2019 tidak capai target

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas)‎ mencatat realisasi produksi siap jual (lifting) migas sepanjang 2019 mencapai mencapai 1,8 juta barel setara minyak per hari (Barrel Oil Equivalent Per Day/BOEPD) atau 90,5% dari target yang ditetapkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Patut disyukuri realisasi lifting migas 2019 mencapai 90,5% dari target APBN dan 101,1% dari target WP&B yang disepakati dengan KKKS," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, di Jakarta, Kamis (9/1).

Sementara itu, jika dilihat dari sisi minyak saja, pada 2019 realisasinya mencapai 746.000 barel per hari atau sebesar 96,3% dari target APBN yang sebesar 775 barel per hari.

Untuk realisasi lifting gas sepanjang 2019 menyentuh ‎5.934 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari dari target APBN yang sebesar 7.000 MMSCFD.

Dwi menjelaskan, ada beberapa kendala yang menjadi penyebab tidak tercapainya target realisasi lifting migas. Salah satunya adalah bocornya kilang minyak di Exxon Mobil Cepu yang membuat pasokan turun hingga 2.900 barel per hari 

Selain itu, kendala juga ditemukan dari kebocoran pipa dan kendala listrik di Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES), kebakaran hutan di Riau yang mengurangi produksi minyak Chevron Pacifik Indonesia, dan isu H2S Spike HCML.

Sementara itu untuk gas, kendalanya karena masih adanya pembatalan pembelian gas dari Indonesia oleh sejumlah perusahaan yang membuat pasokan gas gagal terserap.

"Karena ada juga yang kemudian melakukan pembatalan pembelian," jelasnya.

Sponsored
Berita Lainnya