close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Perubahan gaya hidup konsumen membuat mal di Jakarta dan sekitarnya semakin sepi bahkan hingga ditutup. / Pixabay
icon caption
Perubahan gaya hidup konsumen membuat mal di Jakarta dan sekitarnya semakin sepi bahkan hingga ditutup. / Pixabay
Bisnis
Minggu, 27 September 2020 12:57

Mengenal sandwich generation yang banyak dialami generasi muda

Generasi muda agar bisa mengumpulkan uang pensiun sedini mungkin saat usia masih produktif.
swipe

Sandwich generation atau generasi kejepit adalah sebutan bagi seseorang yang harus mencukupi kebutuhan ekonominya, sekaligus orang lain dalam waktu bersamaan. Biasanya, kebutuhan tersebut mencakup diri sendiri, orang tua, hingga saudara.

Independent Certified Financial Planner, Annisa Steviani mengatakan, banyak sandwich generation yang telah bekerja lima hingga 10 tahun, tetapi tetap merasa berada di fase struggling dan tidak bisa naik level. Menurutnya, hal tersebut disebabkan beberapa faktor.

"Pertama, underprivilege. Orang tua tidak produktif lagi dan tidak punya uang pensiun yang cukup. Banyak orang yang sudah kerja keras, tetap saja tidak bisa keluar dari kemiskinan karena struktural," kata Annisa dalam webinar Indopremier Festifund 2020, Minggu (27/9).

Dia melanjutkan, ketika orang tua yang masuk kategori underprivilege sudah tidak bekerja, mau tidak mau anak-anaknya yang harus membiayai orang tua.

Faktor kedua, adanya orang tua yang tidak bijak mengelola keuangan saat usia produktif. Orang tua tersebut biasanya saat berada pada usia produktif tidak terpikirkan untuk menabung dana pensiun.

Karena itu, dia pun menyarankan, generasi muda agar bisa mengumpulkan uang pensiun sedini mungkin saat usia masih produktif.

Faktor lain, adalah orang tua yang bangkrut atau terkena masalah lain sehingga tidak punya pekerjaan. Sedangkan faktor terakhir, adalah orang tua dan keluarga lain yang memiliki gaya hidup tidak sesuai kemampuan.

Dalam kasus tersebut, orang tua menganggap anak sukses, sehingga harus membiayai gaya hidup orang tua atau dianggap durhaka jika tidak membiayai orang tua.

"Jadi, memang banyak masalah sandwich generation yang lebih kompleks, dibanding sekedar kegagalan financial planning orang tua. Ada masalah orang yang disebut durhaka, atau masalah komunikasi kurang lancar," ujarnya.

Dia melanjutkan, sandwich generation yang akan menganggap posisi mereka tidak menjadi masalah apabila orang tua atau saudara mereka tidak banyak menuntut. Namun, mereka akan menghadapi masalah ketika orang tua mereka banyak menuntut.

Apabila berada dalam posisi sandwich generation, dia menyarankan agar bisa jujur ke diri sendiri. Sadari dulu kondisi keluarga anda berbeda dengan keluarga orang lain.

Kemudian, dia menyarankan untuk berempati ke keluarga. Tetapi sebelum berempati ke orang lain, jangan lupa memberikan empati ke diri sendiri dan harus sadar jika mempunyai batasan. Terakhir, rencanakan uang dengan baik dengan belajar mengenal diri sendiri melalui kondisi mental yang sehat.

img
Annisa Saumi
Reporter
img
Achmad Rizki
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan