sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sarana Menara Nusantara siapkan strategi bisnis di tengah pandemi

Perseroan juga mampu meningkatkan laba bersih 32,53% menjadi Rp1,31 triliun.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 26 Agst 2020 18:12 WIB
Sarana Menara Nusantara siapkan strategi bisnis di tengah pandemi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang semester I-2020. Sarana Menara Nusantara tercatat mampu membukukan kenaikan pendapatan 21,7% pada paruh pertama 2020 dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, dari Rp3,08 triliun menjadi menjadi Rp3,68 triliun.

Sepanjang semester I-2020, perseroan juga mampu meningkatkan laba bersih 32,53% menjadi Rp1,31 triliun, dari Rp993 miliar dibandingkan semester I-2019.

Wakil Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Adam Gifari menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan strategi untuk menjaga kinerja perseroan di tengah pandemi. Emiten penyedia layanan jasa menara telekomunikasi ini menargetkan pendapatan mereka bisa tumbuh 14%-15% pada 2020 ini.

"Strateginya seperti apa? Jadi sejak 2018 kami tidak hanya melakukan collocation atau mengakuisisi tower, tetapi kami juga melakukan akuisisi Iforte yang kami percayai ke depannya itu ada kebutuhan kabel optik," ujarnya dalam paparan publik, Rabu (26/8).

Sponsored

Dia melanjutkan, seiring dengan kebutuhan layanan data yang meningkat, para operator telekomunikasi meminta emiten bersandi TOWR ini untuk membangun jaringan fiber optik. Hingga akhir tahun ini, Adam mengatakan, TOWR akan merampungkan pembangunan fiber optik sepanjang 47.000 kilometer.

Sebagai informasi, hingga akhir Juni 2020, perseroan telah membangun 34.000 kilometer fiber optik. "Untuk fiber optik, saat ini merupakan periode kami membangun dengan pesanan hampir 47.000 kilometer. Ke depan nanti, bagaimana kita dapat utilisasi atau collocation lebih tinggi," tuturnya.

Sementara mengenai rencana akuisisi selanjutnya, Adam mengatakan, apabila ada kesempatan inorganik, pihaknya akan aktif di situ. Emiten yang merupakan bagian dari grup Djarum ini menyampaikan akan mendengar terlebih dahulu pihak yang memberikan penawaran tersebut.

"Kami akan menunggu dan cenderung ingin mendengar terlebih dahulu jika ada statemen dari pihak yang melakukan penawaran itu. Sudah merupakan strategi kami secara eksplisit, kami ingin aktif dalam akuisisi," katanya. 

Berita Lainnya