sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sinarmas Sekuritas: Milenial jangan terjebak spekulasi

PT Sinarmas Sekuritas meluncurkan aplikasi investasi bernama SimInvest. 

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 28 Jul 2021 18:58 WIB
Sinarmas Sekuritas: Milenial jangan terjebak spekulasi

Antusiasme investor ritel dari generasi milenial yang terus tumbuh dalam beberapa waktu terakhir mendorong PT Sinarmas Sekuritas untuk meluncurkan aplikasi investasi, SimInvest. 

Direktur PT Sinarmas Sekuritas Ferita Tanudjaja mengatakan aplikasi investasi SimInvest ini cocok untuk investor milenial karena memiliki fitur yang lengkap dengan pilihan investasi beragam.

"Kami ingin memberikan pengalaman berinvestasi yang nyaman dan mudah bagi generasi milenial dengan penawaran fitur yang beragam," katanya dalam video conference, Selasa (28/7).

Melalui SimInvest mobile, lanjutnya, investor dapat memilih investasi dalam bentuk saham maupun reksa dana dalam satu aplikasi. Dengan demikian akan memberi kemudahan bagi milenial dalam bertransaksi.

Nasabah dapat dengan mudah melakukan pendaftaran, order dan juga memantau portofolio serta history investasi lewat aplikasi ini. Di samping itu, juga terdapat fee transaksi dari Sinarmas Sekuritas 

Ferita memaparkan, ketertarikan Sinarmas untuk menyasar segmen investor milenial ini disebabkan karena pertumbuhan investor muda di pasar modal yang terus tumbuh.

Investor berusia 18 tahun hingga 25 secara persentase mendominasi. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pada 2020 terdapat 3,9 juta investor yang mana sebanyak 54,8% adalah investor muda.

Selain itu, investor retail terus tumbuh secara signifikan. Pada 2019, jumlah investor retail sebanyak 2,5 juta dan 2018 sebesar 1,6 juta. Kemudian, tahun 2017 sebesar 1,1 juta dan 2016 sebesar 894.00 investor.

Sponsored

"Tingginya jumlah investor ini sejalan dengan cara serta proses berinvestasi yang makin mudah," tuturnya.

Tips investasi bagi generasi milenial

Sementara itu, VP Retail Sinarmas Sekuritas Arief Maulana mengajak agar generasi milenial yang ingin berinvestasi tidak terjebak pada keinginan untuk mengikuti tren yang ada. Dia mengimbau agar setiap calon investor mengetahui setiap risiko investasi yang akan dipilihnya.

Apalagi jika calon investor hanya tergiur pada potensi keuntungan yang akan didapat, tanpa menimbang risiko yang juga mungkin dialami. Pasalnya, potensi keuntungan, sejalan dengan risiko yang timbul.

“Maka dari itu, generasi milenial jangan terjebak di spekulasi. Inginnya return setinggi-tingginya, dan maunya tingkat kerugian serendah-rendahnya,” ujar Arief.

Untuk itu, menurut Arief, penting bagi anak muda untuk dapat merumuskan tujuan investasi yang dilakukannya agar tak terjebak pada spekulasi semata. Sebab, dengan tujuan yang jelas nasabah akan lebih hati-hati dalam menempatkan dananya.

"Kalau kita tidak punya tujuan, itu namanya spekulasi. Jadi harus jelas tujuannya dulu. Misalnya tujuannya untuk sekolah lagi atau menikah," ucapnya.

Berita Lainnya