sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

SMF perluas pembenahan kawasan kumuh

Kota Lubuklinggau menjadi kota ke-8 dalam program yang merupakan kolaborasi antara SMF dengan Program Kotaku Ditjen Cipta Kerja.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 04 Mei 2021 16:18 WIB
SMF perluas pembenahan kawasan kumuh

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR melakukan pembenahan rumah di Kawasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Kerja sama ini merupakan realisasi dari Program Pengembangan Rumah di Daerah Kumuh yang merupakan penugasan khusus SMF sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan. 

Kota Lubuklinggau menjadi kota ke-8 dalam program yang merupakan kolaborasi antara SMF dengan Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) Ditjen Cipta Karya. 

Sebelumnya, mereka telah melakukan perbaikan rumah di daerah kumuh yang terdapat di kota Yogyakarta, Semarang, Bukittinggi, Pontianak, Makassar, Pekalongan, serta Tangerang.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengungkapkan, dana yang dikeluarkan untuk kegiatan ini berasal dari dana program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) sekaligus sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar.

“Dana yang dialirkan dalam program ini merupakan amanat dari pemerintah melalui Kemenkeu kepada SMF yang berasal dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat Indonesia. Jadi dari rakyat kembali kepada rakyat,” katanya, Selasa (4/5).

Ananta pun menuturkan, kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen SMF mendukung program pemerintah untuk mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya di sektor perumahan, melalui penyediaan hunian yang layak, khususnya bagi masyarakat prasejahtera

Di kondisi saat ini,pemukiman kumuh atau tidak layak huni serta pemukiman padat penduduk merupakan salah satu titik yang menjadi pusat perhatian pemerintah dalam penanganan Covid-19. 

Sponsored

Masyarakat yang tinggal di daerah kumuh atau tidak layak huni, sangat rentan tertular dan menularkan penyakit, termasuk Covid-19. 

“Karena itulah, SMF terus bergerak melanjutkan program perbaikan kualitas rumah di daerah kumuh, meski dalam kondisi Covid-19 yang kita belum tahu kapan akan berakhir,“ ujar Ananta.

Lebih lanjut Ananta menuturkan, melalui kerja sama ini diharapkan dapat mewujudkan pemukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan dengan meningkatkan akses terhadap perumahan dan pelayanan di pemukiman kumuh perkotaan. 

“Kami berharap program ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui ketersediaan hunian yang layak, serta menciptakan lingkungan rumah yang sehat, “ ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama Wali Kota Lubuklinggau Prana Putra Sohe mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian dan kontribusi SMF serta Dirjen Cipta Karya dalam membangun kawasan kumuh di Lubuklinggau yang merupakan bagian dari 17 kota/kabupaten miskin di Indonesia. 

"Hal ini tentunya membuat kota kami semakin terlihat lebih baik dan layak," kata dia.

Berita Lainnya