sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Stasiun Senen siap sambut penumpang Nataru

Angkutan Nataru diprediksi mengalami kenaikan penumpang hingga 4% atau dari sekitar 5,1 juta penumpang menjadi 5,3 juta penumpang.

Soraya Novika
Soraya Novika Jumat, 21 Des 2018 11:24 WIB
Stasiun Senen siap sambut penumpang Nataru

Kesiapan seluruh angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018/2019 menjadi penting untuk diperhatikan demi menjamin keselamatan bagi penumpangnya. 

Tidak hanya berhenti pada sarana dan pra sarana saja, pelayanan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat dalam pengoperasian angkutan tersebut juga patut diawasi.

Demi terpenuhinya aspek keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi perjalanan bagi masyarakat, inisiatif turun langsung melakukan pengecekan terhadap masing-masing moda transportasi yang banyak digunakan publik penting dilakukan oleh pemerintah.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri, Jumat (21/12) pagi meninjau langsung Stasiun Pasar Senen, Jakarta. 

Melalui kesempatan tersebut, Budi Karya mengecek kesiapan PT KAI terkait Angkutan Nataru 2018/2019.

"Hari ini dan besok merupakan puncak mudik dari Jakarta. Oleh karenanya, saya ingin memastikan bahwa pelayanan, keselamatan, dan keamanan berjalan dengan baik," ujar Menhub Budi.

Dari hasil pembicaraannya dengan para penumpang, Menhub Budi menyampaikan umumnya calon penumpang mengaku puas terhadap pelayanan PT KAI, terutama pada pelayanan membelian tiket yang dirasa semakin mudah dan cepat.

"Tadi saya tanya ke jajaran PT KAI dan calon penumpang. Hasilnya sebanyak 80% penjualan tiket sudah melalui online, sementara yang beli tiket pada hari keberangkatan terbilang sedikit yaitu hanya sekitar 20% saja. Itu juga kalau masih ada tiketnya," kata Menhub.

Sponsored

Dari sisi keamanan, PT KAI dinilai telah mampu memenuhi syaratnya dengan baik. Namun, Menhub Budi mengimbau, sekalipun PT KAI sudah melakukan pemeriksa kelaikan kendaraan atau 'Ramp-Check'. Namun, faktor kedisiplinan tersebut perlu dipertahankan sebagai upaya antisipasi terhadap setiap kemungkinan buruk. 

Menhub juga menginginkan agar pengembangan stasiun segera dilaksanakan terutama untuk ruang tunggu penumpang. "Jumlah ruang tunggu di sini masih minim. Begitupun dengan lahan parkir. Kami usulkan segera dikembangkan," tutur dia.

Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan sudah siap menghadapi masa angkutan Nataru yang diprediksi mengalami kenaikan penumpang hingga 4% atau dari sekitar 5,1 juta penumpang menjadi 5,3 juta penumpang.

Menghadapi angkutan Natal dan Tahun Baru 2018/2019, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018/2019 selama 18 hari, yakni dari 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019.

Dari aspek sarana KA, KAI menyiagakan 444 unit lokomotif  dan satu unit lokomotif cadangan, serta 1.637 unit kereta dan 218 unit kereta cadangan.

Sementara untuk jumlah KA, KAI menyiapkan 346 perjalanan KA reguler serta 48 perjalanan KA tambahan untuk melayani masyarakat yang ingin menggunakan jasa KA pada masa liburan akhir tahun kali ini. Sehingga total jumlah KA yang siap melayani masyarakat pada masa angkutan Nataru kali ini adalah 394 perjalanan KA. Jumlah ini meningkat 5% dibanding masa angkutan Nataru tahun lalu, yakni sebesar 375 perjalanan KA (335 KA reguler dan 40 KA tambahan).

Kendati begitu, sejumlah konsumen masih mengeluhkan layanan pembatalan tiket manual yang diterapkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Stasiun Senen, Jakarta Pusat karena membutuhkan waktu lama dan tampak profesional.

"Mengapa pembatalan tiket ini kok lama sekali. Saya datang ambil antrean pukul 11.00 sudah nomor 322, tapi baru dipanggil jelang pukul 14.30 WIB," kata pelanggan PT KAI asal Tambun Bekasi, Sujatmiko.

Sujatmiko mengaku hendak membatalkan rencana perjalanan dengan KA Gumarang eksekutif rute Senen-Pasar Turi, pulang-pergi karena perubahan rencana perjalanan.

Sujatmiko mengaku, PT KAI selama ini sudah memudahkan konsumennya untuk memesan tiket secara daring sehingga bebas calo dan membantu konsumen yang tak punya waktu untuk ke stasiun beli tiket. Terdapat aneka aplikasi yang menyediakan kemudahan membeli tiket mulai dari "KAI Access" melalui Tokopedia, Buka lapak, BebasBayar, dan lainnya, ujar Sujatmiko.

Namun, kemudahan itu tidak berlanjut ketika hendak membatalkan perjalanan karena harus dilakukan secara manual atau offline di sejumlah stasiun yang ditunjuk. (Ant)