sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Telkom garap mobile broadband, siapkan duit Rp30 triliun

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. menganggarkan dana Rp30 triliun yang mayoritas akan digunakan untuk menggarap mobile broadband.

Sukirno
Sukirno Sabtu, 28 Apr 2018 10:05 WIB
Telkom garap mobile broadband, siapkan duit Rp30 triliun

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. menganggarkan dana Rp30 triliun yang mayoritas akan digunakan untuk menggarap mobile broadband.

Dana itu disiapkan dalam belanja modal (capital expenditure/Capex) perseroan tahun 2018. Dana Capex Telkom berporsi 25% dari total pendapatan perseroan tahun 2017.

Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen, usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (27/4) menyebutkan pada Tahun Buku 2017, perseroan berhasil memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp128,3 triliun atau tumbuh sebesar 10,2% dibanding tahun 2016.

"Sekitar 25% yang dialokasikan dari revenue, jadi mungkin Capex sekitar minimal Rp30 triliunan," kata Harry seperti dilansir Antara.

Telkom menetapkan pada tahun 2018, belanja modal akan fokus dialokasikan untuk infrastruktur backbone, fixed dan mobile broadband.

Harry memaparkan porsi yang terbesar 50% dialokasikan untuk mobile broadband, 30% untuk fixed mobile broadband atau IndiHome dan 20% untuk infrastruktur lainnya.

Hingga akhir Desember 2017, belanja modal Telkom mencapai Rp33,2 triliun. Belanja modal tersebut sebagian besar digunakan untuk membangun BTS 3G/4G guna memperkuat bisnis seluler, jaringan backbone dan akses fiber optic serta satelit untuk memperkuat bisnis broadband dan layanan digital.

Di sisi infrastruktur, untuk melengkapi sistem jaringan kabel laut Indonesia-Timur Tengah-Eropa Barat (SEA-ME-WE5) dan Indonesia-Amerika Serikat (SEA-US), Telkom juga sedang membangun kabel laut Indonesia Global Gateway (IGG) dari Dumai ke Manado yang akan menghubungkan SEA-ME-WE5 dan SEA-US.

Sponsored

Infrastruktur tersebut diharapkan dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2018 ini sehingga dapat memperkuat jaringan Telkom untuk menjadikan Telkom sebagai global digital hub.

Setelah berhasil meluncurkan Satelit Telkom-3S yang telah beroperasi sejak April 2017, Telkom saat ini juga tengah menyelesaikan pembangunan Satelit Telkom-4 yang diberi nama Satelit Merah Putih dan diperkirakan akan diluncurkan pada kuartal III-2018.

Dengan kapasitas yang lebih besar, Satelit Merah Putih akan membawa 60 transponder, terdiri dari 48 C-Band dan 12 extended C-Band. Harry mengatakan Satelit Telkom-4 akan diluncurkan pada Agustus mendatang. "Pertengahan Agustus diluncurkan," kata dia.

Tebar dividen 75% dari laba

Sementara itu, emiten badan usaha milik negara (BUMN) bersandi saham TLKM tersebut membagikan dividen tunai senilai Rp16,6 triliun. Rasio dividen sebesar 75% dari total laba 2017, terbesar sejak 4 tahun terakhir.

Pemerintah selaku pemegang saham utama TLKM mendapat jatah dividen sebesar Rp13 triliun atau 65% dari total yang dibagikan. Dividen terbagi dua, yakni dividen tunai yang akan dibagi pada 11 Mei dan dividen spesial yang akan dibagikan pada 31 Mei 2018.

Pemberian deviden itu terbagi menjadi dua bagian, yakni 60% atau senilai Rp 13,3 triliun secara tunai atau Rp134,13 per lembar saham. Sementara sisanya 15% atau senilai Rp3,3 triliun adalah deviden spesial atau Rp Rp33,53 per lembar saham. Sementara Itu, sisanya sebesar 25% atau Rp5,5 triliun dicatat sebagai laba ditahan.

Tahun lalu, Telkom meraup laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp22,14 triliun, naik 14,4% year-on-year (yoy). Sedangkan, pendapatan perseroan naik 10,2% yoy menjadi Rp128,3 triluun.

Tahun ini, manajemen Telkom membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 10% yoy menjadi Rp141 triliun. Perseroan akan berekspansi pada lini bisnis mobile broadband, fixed broadband, dan bisnis lainnya.

Pemegang saham dalam RUPST juga menyetujui perubahan jajaran pengurus Telkom. Perseroan mengangkat Siti Choiriana Direktur Consumer Service menggantikan Mas'ud Khamid yang pindah ke PT Pertamina (Persero) sebagai Direktur Pemasaran Retail.

Berikut jajaran pengurus baru Telkom:

Komisaris
Komisaris Utama: Hendri Saparini
Komisaris: Rinaldi Firmansyah 
Komisaris: Edwin Hidayat Abdullah 
Komisaris: Isa Rachmatarwata 
Komisaris lndependen: Dolfie Othniel Fredric Palit 
Komisaris Independen: Cahyana Ahmadjayadi 
Komisaris Independen: Pamijati Pamela Johanna 
Komisaris Independen: Margiyono Darsasumarja

Direksi
Direktur Utama: Alex J. Sinaga 
Direktur Keuangan: Harry M. Zen 
Direktur Consumer Service: Siti Choiriana 
Direktur Human Capital Management: Herdy Harman
Direktur Network & IT Solution: Zulhelfi Abidin
Direktur Digital & Strategic Portfolio: David Bangun 
Direktur Wholesale & International Service: Abdus Somad Arief
Direktur Enterprise & Business Service: Dian Rachmawan

Berita Lainnya
×
tekid