sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tol Serang - Panimbang seksi I rampung akhir 2019

Pembangunan seksi I (Serang-Rangkabistung) selesai Desember 2019. Sehingga bisa beroperasi pada Februari 2020.

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Jumat, 11 Jan 2019 11:34 WIB
Tol Serang - Panimbang seksi I rampung akhir 2019

PT Wijaya Karya (Wika) menargetkan pembangunan jalan tol Serang – Panimbang seksi I Serang – Rangkasbitung akan selesai pada Desember 2019.  Dengan demikian seksi pertama dari jaringan tol non-trans Jawa ini dipastikan beroperasi pada Februari 2020.

“Progres pembangunan seksi satu jalan tol sepanjang 26,5 kilometer per November 2018 sudah mencapai 25,66%. Kami targetkan 2020 sudah mulai beroperasi untuk seksi satu,” kata Direktur PT Wijaya Karya Serang – Panimbang (WSP) Mulyana saat berdiskusi dengan media di kantor PT Wika Serang - Panimbang (WSP), Serang, Jumat  (11/1).

Dari data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJ) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jalan Tol Serang – Panimbang memiliki panjang 83,67 kilometer (km) dengan kebutuhan investasi sekitar Rp11,38 triliun.

Ruas tol  ini terdiri atas tiga seksi, yakni seksi I Serang-Rangkasbitung (26,5 km), Seksi II Rangkasbitung-Cileles (21,17), Seksi III Cileles-Panimbang (33 km). PT WSP selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) mendapat porsi untuk menggarap Seksi I dan Seksi II dari tol tersebut. Sementara Seksi III dikerjakan pemerintah. 

Mulyana menjelaskan PT WSP selaku anak perusahaan PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) baru menggarap seksi I tol ini. Sementara, pihaknya masih menunggu pemerintah untuk mengerjakan seksi III.

“Kalau dihitung, panjang dari seksi satu sampai dua itu 50,6 kilometer. Sementara ini, baru satu seksi itu yang sudah on progress,” katanya.

Mulyana juga mengungkapkan beroperasinya Jalan Tol Serang-Panimbang akan mendongkrak ekonomi masyarakat setempat. Sebab, PT WSP telah menyiapkan sejumlah spot seperti simpang susun dan area pendukung lainnya di lintasan seksi satu jalan tol Serang - Panimbang.  

Pembebasan lahan

Sponsored

Di tempat yang sama, Manajer Lahan PT WSP Rendy Daiandika mengatakan perusahaan sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp1 triliun untuk membebaskan lahan tol Serang-Panimbang. Hingga saat ini, lahan yang berhasil dibebaskan sudah 96%.

"Untuk yang empat persen, kita selesaikan pada awal tahun ini. Dana yang dikeluarkan merupakan dana talangan milik Wika dan sudah dirembes ke LMAN (Lembaga Management Aset Negara)," ujarnya. 

Sementara, Manajer Operasional PT WSP Muhamad Ali menambahkan, pembangunan awal kontruksi jalan tol Serang - Panimbang pada seksi satu awalnya sempat mengalami kendala. Kondisi itu pun membuat target pembangunannya mengalami kemunduran.

Salah satu kendala yang dialami PT WSP yaitu pembebasan lahan. Menurutnya, banyak lahan yang telah dibebaskan rentan terkena genangan air karena awalnya merupakan area persawahan.

Untuk itu, pihaknya sudah merencanakan pembangunan kontruksi di lahan tersebut agar menggunakan sistem pile slab atau pemasangan tiang untuk mengantisipasi adanya kerusakan kontruksi jalan tol di kemudian hari. 

"Kondisi ini berpengaruh ke jadwal pelaksanaan kita sampai ada kemunduran. Untuk pemasangan pile slab itu, dikarenakan tanahnya lembek, jadi kontruksi kita naikan ke atas pakai tiang," katanya.

Meskipun demikian, PT WSP tetap menargetkan pembangunan tol seksi satu bisa selesai tepat waktu. Namun, untuk seksi Rangkasbitung - Panimbang, pihaknya masih menunggu penyelesaian seksi tiga sepanjang 33 kilometer yang merupakan porsi pemerintah yang memiliki wewenang membangun kontruksinya.

"Informasinya, sekarang mereka (pemerintah) sedang mencari kontraktor dan loan (pinjaman dana)," ujarnya.