close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
 Susilorini (51) menunjukkan kue kering bertema wajah bermasker hasil kreasinya di Kecamatan Sukorejo, Blitar, Jawa Timur, Minggu (17/5). Foto Antara/Irfan Anshori/aww
icon caption
Susilorini (51) menunjukkan kue kering bertema wajah bermasker hasil kreasinya di Kecamatan Sukorejo, Blitar, Jawa Timur, Minggu (17/5). Foto Antara/Irfan Anshori/aww
Bisnis
Senin, 18 Mei 2020 14:37

Waktunya dorong anak muda menjadi wirausahawan

Pemerintah diminta untuk mempersiapkan anak muda menjadi pengusaha muda yang hebat.
swipe

Indonesia digadang-gadang mengalami bonus demografi dalam lima tahun mendatang. Dengan 260 juta penduduk saat ini, diperkirakan perekonomian nasional pada 2025 akan ditopang oleh angkatan muda produktif.

Hanya saja, menurut Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Mardani H Maming, bonus demografi tersebut dapat menjadi bencana demografi, jika tidak dipersiapkan dengan baik.

Dengan jumlah penduduk sebanyak itu, seharusnya pemerintah mendorong anak muda usia produktif menjadi wirausahawan. Cita-cita anak muda untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS), TNI atau polisi harus diubah. Anak muda harus lebih berani untuk terjun ke dunia usaha dan menjamin iklim tersebut dengan mempersiapkan regulasi yang baik.

"Bisa saja yang terjadi bukan bonus demografi, tetapi bencana demografi. Sepertinya kita belum siap untuk menggodok kawan-kawan menjadi pengusaha, selama ini yang ada hanya teori saja. Tidak ada aturan jelas untuk mendorong agar anak muda menjadi pengusaha," katanya dalam video conference, Senin (18/5).

Mardani pun mengatakan, dari total 260 juta penduduk hanya 3% yang bergerak sebagai wirausahawan. Padahal, negara yang maju harus memiliki porsi wirausahawan yang besar.

"Angka wirausahawan di Indonesia hanya 3% karena sebagian besar maunya menjadi PNS, TNI atau polisi," ujarnya.

Untuk itu, dia meminta pemerintah sejak saat ini, menyiapkan regulasi untuk menghadapi lonjakan demografi dalam lima tahun mendatang. Di antaranya agar anak-anak muda produktif dapat bersiap menjadi pengusaha yang dapat bersaing di masa mendatang.

"Tanpa bantuan pemerintah, tidak mungkin pengusaha kecil menjadi pengusaha menengah dan besar. Kalau kita sadari pada 2020-2025 merupakan masa bonus demografi. Sehingga kami minta kepada pemerintah untuk mempersiapkan anak muda menjadi pengusaha muda yang hebat," ucapnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo, mengakui cita-cita menjadi PNS, TNI, dan polisi merupakan cita-cita yang usang.

Dia mengatakan, pemerintah akan terus mendorong generasi muda agar dapat berwirausaha, karena kontribusinya terhadap perekonomian nasional akan lebih besar. Sehingga bonus demografi akan tercapai.

"Kami tentu tidak ingin yang terjadi adalah bencana demografi. Kami akan mendorong anak-anak muda untuk terus menjadi pengusaha yang dapat membuat perekonomian nasional terus tumbuh," ujarnya.

img
Nanda Aria Putra
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan