sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Adik Kim Jong-un kembali muncul ke publik

Kim Yo-jong muncul untuk pertama kalinya sejak Juli.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 02 Okt 2020 19:10 WIB
Adik Kim Jong-un kembali muncul ke publik

Saudari Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Kim Yo-jong, terlihat di depan umum untuk pertama kalinya sejak Juli lalu. Ketidakhadirannya di sejumlah acara pemerintah sempat memicu spekulasi bahwa Kim Jong-un menurunkan pangkatnya.

Menurut laporan kantor berita pemerintah, KCNA, pada Jumat (2/10), Kim Yo-jong mendampingi saudara laki-lakinya dan sejumlah kader top lainnya dalam tur untuk memeriksa proyek konstruksi untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh banjir besar dalam beberapa pekan terakhir.

Nama Kim Yo-jong menjadi perbincangan di kalangan analis politik karena disebut-sebut sebagai penerus Kim Jong-un ketika dia sempat menghilang dari hadapan publik pada April.

"Daftar nama pejabat yang menyertai Kim Jong-un dalam laporan hari ini menunjukkan bahwa Kim Yo-jong belum diturunkan dari pangkatnya," kata analis politik independen, Rachel Minyoung Lee.

Peran Kim Yo-jong meningkat di paruh pertama 2020, di mana dia menjadi pemain kunci dalam kebijakan terhadap dua rival terbesar Pyongyang yakni Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Sebuah surat kabar Korea Selatan terkemuka, Chosun, melaporkan dalam beberapa hari terakhir bahwa dia mungkin mengunjungi Presiden Donald Trump sebelum pilpres untuk menunjukkan dukungan Korea Utara terhadapnya.

Selain itu, Kim Yo-jong melancarkan serangkaian ancaman dan provokasi terhadap Korea Selatan yang memuncak pada Juli, ketika Pyongyang meledakkan kantor penghubung bersama di wilayah perbatasan mereka yang dibangun pada 2018.

Kantor penghubung tersebut dibangun sebagai simbol rekonsiliasi antara kedua negara yang secara teknis masih berperang.

Sponsored

Pada Juli lalu, dia juga mengeluarkan pesan yang mengatakan bahwa Korea Utara tidak berniat mengadakan pertemuan dengan Trump, dan meminta Trump untuk mengubah kebijakannya dalam menerapkan sanksi internasional terhadap Pyongyang.

Setelah itu, dia absen dari dua pertemuan partai pada Agustus hingga menimbulkan spekulasi bahwa dia tidak disukai.

"Kami tidak akan pernah tahu apa yang terjadi selama dua bulan terakhir dia absen, tapi saya tidak percaya dia dihukum," sambung Lee. (Bloomberg)

Berita Lainnya