close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Salju turun di USS Thomas Hudner, kapal perusak Angkatan Laut AS yang dinamai menurut nama veteran Perang Korea Thomas Hudner, saat upacara pembaptisan di Bath Iron Works di Bath, Maine, 1 April 2017. Foto AP/Mary Schwalm/dokumentasi
icon caption
Salju turun di USS Thomas Hudner, kapal perusak Angkatan Laut AS yang dinamai menurut nama veteran Perang Korea Thomas Hudner, saat upacara pembaptisan di Bath Iron Works di Bath, Maine, 1 April 2017. Foto AP/Mary Schwalm/dokumentasi
Dunia
Selasa, 18 Juli 2023 14:38

AS kirim jet tempur dan kapal perang ke wilayah Teluk

Pengerahan terbaru itu terjadi setelah Iran mencoba merebut dua kapal tanker minyak di dekat Selat Hormuz dan Teluk Oman, awal bulan ini.
swipe

AS mengirim jet tempur tambahan dan kapal perang ke Selat Hormuz dan Teluk Oman, dalam upaya meningkatkan keamanan setelah upaya Iran merebut kapal komersial di sana.

Pentagon mengatakan, pada Senin (17/7) waktu setempat, bahwa USS Thomas Hudner, sebuah kapal perusak, dan sejumlah jet tempur F-35 akan menuju ke daerah tersebut. USS Thomas Hudner dikabarkan telah berada di Laut Merah.

Pejabat pertahanan pekan lalu mengumumkan rencana pengerahan F-16 ke daerah tersebut selama akhir pekan lalu, dan telah ada pesawat serang A-10 di sana selama hampir dua minggu sebagai tanggapan atas aktivitas Iran.

Pengerahan terbaru terjadi setelah Iran mencoba merebut dua kapal tanker minyak di dekat selat awal bulan ini, dengan melepaskan tembakan ke salah satu kapal. Pesawat tersebut dimaksudkan untuk memberikan perlindungan udara bagi kapal-kapal komersial yang bergerak melalui jalur air dan meningkatkan visibilitas militer di daerah tersebut, sebagai pencegah terhadap Iran.

Angkatan Laut AS mengatakan dalam kedua kejadian itu, kapal-kapal angkatan laut Iran mundur ketika USS McFaul, sebuah kapal perusak berpeluru kendali, tiba di tempat kejadian. Angkatan Laut mengatakan McFaul tetap berada di wilayah Teluk untuk melanjutkan perlindungan jalur pelayaran.

Juru bicara Pentagon Sabrina Singh mengatakan, tidak jelas berapa lama kapal dan pesawat akan tetap berada di wilayah tersebut.

“Mengingat ancaman yang terus berlanjut ini dan berkoordinasi dengan mitra dan sekutu kami, departemen tersebut meningkatkan kehadiran dan kemampuan kami untuk memantau selat dan perairan sekitarnya,” kata Singh kepada wartawan Pentagon selama pengarahan.

Angkatan Laut AS mengatakan, Iran telah menyita setidaknya lima kapal komersial dalam dua tahun terakhir dan telah menyebabkan ketakukan kepada lebih dari selusin lainnya. Banyak insiden terjadi di dalam dan sekitar Selat Hormuz, muara sempit Teluk Persia yang dilewati 20% dari semua minyak mentah.

img
Hermansah
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan