sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

ASEAN serukan pengurangan non tariff measures

Langkah itu sebagai bagian implementasi Hanoi Plan of Action on Strengthening ASEAN’s Economic Cooperation and Supply Chain Connectivity.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 30 Jul 2020 12:35 WIB
ASEAN serukan pengurangan non tariff measures
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 373.109
Dirawat 64.032
Meninggal 12.857
Sembuh 297.509

Pertemuan Association of Southeast Asian Nations High Level Task Force on Economic Integration (ASEAN HLTF-EI) ke-38 yang berlangsung Selasa (28/7), menekankan perlunya langkah segera dalam pengurangan non tariff measures (NTMs), terutama untuk kemudahan lalu lintas barang-barang esensial di kawasan ASEAN.

Langkah itu sebagai bagian implementasi Hanoi Plan of Action on Strengthening ASEAN’s Economic Cooperation and Supply Chain Connectivity in Response to Covid-19. 

Selain itu juga merupakan salah satu butir rekomendasi dari pertemuan virtual yang dipimpin oleh Permanent Secretary of the Ministry of Trade and Industry Singapura Gabriel Lim, dan dihadiri oleh seluruh pemimpin HLTF-EI dari 10 negara ASEAN tersebut.

Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Affandi Lukman, selaku Ketua HLTF-EI Indonesia, secara khusus menyampaikan beberapa hal yang dapat dilakukan ASEAN dalam proses pemulihan ekonomi.

Di antaranya yaitu, transformasi ekonomi menuju digitalisasi khususnya bagi UMKM. Dengan meningkatkan pemanfaatan penggunaan tanda tangan dan stempel elektronik SKA Form D melalui ASEAN Single Window, terlebih untuk masa pembatasan sosial. Serta mendorong pengaturan ASEAN travel corridors dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

"Sekaligus memastikan penandatangan RCEP 2020 untuk meningkatkan kepercayaan publik," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (30/7).

Pertemuan ini juga memberikan beberapa rekomendasi lainnya, yakni pertama, mendorong implementasi tepat waktu program prioritas di bawah kepemimpinan Vietnam. Kedua, memberi arahan agar semua pihak di bawah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ikut serta dalam proses Mid Term Review (MTR) Cetak Biru MEA 2025.

Ketiga, memerhatikan proses penyusunan ASEAN Post 2025 secara seksama, yang pada substansinya mengacu pada hasil MTR dan memerhatikan pengalaman dari pandemi Covid-19, serta memiliki mekanisme koordinasi yang baik antar tiga pilar ASEAN.

Sponsored

Keempat, menginstruksikan agar lembaga terkait di bawah MEA memberi masukan terhadap dokumen Consolidated Strategy on the 4.0 IR for ASEAN. Kelima, perlunya peningkatan engagement dengan Inggris, dan perlunya meninjau kembali tingkat ambisi ASEAN dalam Free Trade Agreements (FTAs).

Sebagai informasi, HLTF-EI merupakan Working Group Think-tank ASEAN Economy yang terdiri dari para pejabat senior ekonomi dari masing-masing negara anggota ASEAN. Tugasnya untuk mengambil keputusan strategis terhadap isu-isu tertentu, serta memberikan rekomendasi kepada para menteri ekonomi ASEAN atas persoalan-persoalan yang menghambat ekonomi dan implementasi cetak biru MEA 2025. .

Berita Lainnya