close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi reruntuhan bangunan akibat gempa Turki. Foto Ist/MEE
icon caption
Ilustrasi reruntuhan bangunan akibat gempa Turki. Foto Ist/MEE
Dunia
Minggu, 19 Februari 2023 14:05

Ayah-anak saling panggil dalam timbunan puing, setelah 3 hari suara sang anak tak terdengar lagi

Salah satu penyelamat Kyrgyz mengatakan tim juga menemukan mayat dua anak yang tewas
swipe

Sepasang suami istri dan putra mereka diselamatkan hidup-hidup dari bawah gedung apartemen yang runtuh lebih dari 12 hari setelah gempa berkekuatan 7,8 melanda sebagian Turki dan Suriah. Namun, malang bagi pasangan itu, anaknya meninggal di rumah sakit, lapor media pemerintah Turki.

Sebuah tim pencari asing dari Kyrgyzstan menyelamatkan Samir Muhammed Accar, 49, dan istri Ragda, 40, dan putra mereka yang berusia 12 tahun saat menggali puing-puing gedung apartemen di kota Antakya, Turki selatan, berita Anadolu yang dikelola pemerintah kata agensi.

Mereka dipindahkan sekitar pukul 11.30 waktu setempat, atau 296 jam setelah gempa 6 Februari, dan segera dipindahkan ke ambulans. Tayangan TV menunjukkan petugas medis memasang infus ke lengan pria itu saat dia berbaring di atas tandu.

Salah satu penyelamat Kyrgyz mengatakan tim juga menemukan mayat dua anak yang tewas. Anadolu kemudian melaporkan bahwa mereka juga adalah anak dari Samir Muhammad dan Ragda Accar.

Dalam kunjungan ke Antakya, ibu kota provinsi Hatay, Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan sang ayah dalam keadaan sadar dan dirawat di Rumah Sakit Universitas Mustafa Kemal.

Anadolu menerbitkan foto yang menunjukkan kepribadian TV Amerika dan mantan kandidat Senat AS Mehmet Oz mengunjungi pria yang sedang dalam pemulihan.

Melaporkan percakapan mereka, Anadolu mengatakan Samir Muhammad Accar menggambarkan bagaimana dia selamat dari cobaan itu dengan meminum air kencingnya sendiri.

Dia juga memberi tahu Dr Oz bahwa anak-anaknya menanggapi suaranya selama dua atau tiga hari pertama tetapi dia tidak mendengar apa-apa setelah itu.

Provinsi Hatay, di mana Antakya berada, adalah salah satu daerah yang paling parah dilanda gempa yang menewaskan lebih dari 45.000 orang di Turki dan Suriah. Jumlah korban diperkirakan akan naik lebih jauh.

Kisah-kisah tentang kelangsungan hidup yang luar biasa sering muncul selama bencana, terutama setelah gempa bumi, ketika media dunia merekam memudarnya harapan untuk memulihkan para penyintas seiring berlalunya waktu.

Saat gempa Haiti 2010, seorang gadis berusia 16 tahun diselamatkan di Port-Au-Prince 15 hari setelah gempa bumi menghancurkan kota. Tiga tahun kemudian, seorang wanita yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan di Dhaka, Bangladesh, berhasil diselamatkan setelah 17 hari.

Operasi pencarian dan penyelamatan berlanjut di Turki, meskipun kepala badan tanggap bencana negara itu mengatakan akan berakhir pada Minggu ini.(brisbanetimes)

img
Fitra Iskandar
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan