logo alinea.id logo alinea.id

Babilonia di Irak jadi Situs Warisan Dunia UNESCO

Babilonia dikenal dengan taman gantung, Menara Babel dan Gerbang Ishtar.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Sabtu, 06 Jul 2019 17:06 WIB
Babilonia di Irak jadi Situs Warisan Dunia UNESCO

Komite Warisan Dunia UNESCO telah menetapkan kota kuno Babilonia di Mesopotamia sebagai Situs Warisan Dunia. Penetapan ini terjadi setelah Irak melakukan lobi sejak 1983.

Mengangkangi Sungai Eufrat di Irak, sekitar 100 kilometer di selatan Baghdad, kota tersebut adalah pusat kerajaan Babilonia sekitar 4.000 tahun silam. Kota yang memiliki luas kilometer per segi itu baru digali 18% sejauh ini.

"Apa artinya warisan dunia tanpa Babilonia? Bagaimana cara memberitahu sejarah kemanusiaan tanpa bab-bab awal Babilonia?," ungkap perwakilan Irak kepada Komite Warisan Dunia UNESCO sebelum pemungutan suara di Baku, Azerbaijan, pada Jumat (5/7).

Selain Babilonia terdapat 34 situs lainnya, termasuk yang berlokasi di Brasil dan Burkina Faso, sebagai kandidat Situs Warisan Dunia.

Setelah pemungutan suara berakhir, delegasi Irak mengundang seluruh delegasi untuk mengunjungi Babilonia, yang mereka sebut sebagai tempat lahirnya peradaban.

Babilonia sendiri dikenal dengan taman gantung, Menara Babel dan Gerbang Ishtar. Ekskavasi di kawasan itu dimulai pada awal 1800-an dan artefak-artefaknya dikirim ke luar negeri, termasuk reruntuhan Gerbang Ishtar yang disimpan di museum-museum Eropa.

"Babilonia adalah kota berpenduduk terbesar dalam sejarah kuno," ungkap Qathan al-Abeed, yang mengepalai Departemen Barang Antik Basra dan memimpin upaya untuk memasukkan Babilonia dalam Situs Warisan Dunia. "Peradaban Babilonia adalah penulisan, pemerintahan dan sains. Menempatkan Babilonia di Daftar Warisan Dunia akan mendorong penelitian dan pengembangan situs tersebut dan akan menjadi publisitas gratis."

Babilonia adalah salah satu dari 7.000 situs arkeologi di seluruh Irak, banyak di antaranya telah dihancurkan oleh ISIS atau dirusak oleh penyelundupan artefak yang menguntungkan.

Sponsored

Sejumlah barang antik Irak dijarah setelah invasi Amerika Serikat pada 2003. Menurut laporan oleh British Museum, invasi itu menyebabkan kerusakan luas dan kontaminasi parah pada sisa-sisa kota kuno tersebut.

Situs lainnya di Irak juga telah terdaftar di UNESCO, termasuk Benteng Erbil di utara negara itu.

Setelah konflik selama beberapa dekade, pada 2017, Irak menyatakan menang melawan ISIS dan saat ini negara itu dilaporkan memasuki periode yang relatif tenang.

Sumber : Al Jazeera