close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Foto ilustrasi / Pixabay
icon caption
Foto ilustrasi / Pixabay
Dunia
Sabtu, 28 Agustus 2021 15:03

DK PBB satu suara kecam serangan bom di Kabul

Dua minggu lalu, Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan, 20 tahun setelah mereka digulingkan oleh invasi yang dipimpin Amerika Serikat.
swipe

Dewan Keamanan PBB (DK PBB) pada Jumat (27/8) mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk serangan mematikan di bandara Kabul, Afghanistan.

DK PBB menyebutnya sebagai peristiwa yang sangat mengerikan karena menargetkan warga sipil yang mencoba melarikan diri dari negara itu setelah Taliban berkuasa.

Dewan beranggotakan 15 negara anggota tersebut menyetujui pernyataan bersama setelah poin terkait Taliban dihapus atas permintaan China. Sebelum dihapus, DK PBB menekankan bahwa Taliban tidak boleh mendukung teroris yang beroperasi di wilayah negara mana pun.

Dua minggu lalu, Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan, 20 tahun setelah mereka digulingkan oleh invasi yang dipimpin Amerika Serikat karena menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden setelah serangan 11 September 2001.

Serangan bandara di Kabul pada Kamis (26/8), yang menewaskan sedikitnya 169 warga Afghanistan dan 13 tentara AS, diklaim telah dilakukan oleh afiliasi ISIS di Afghanistan, ISIS-K.

Puluhan ribu orang telah melarikan diri dari Afghanistan sejak Taliban berkuasa dan pasukan asing berangsur pergi dari negara tersebut. 

DK PBB meminta semua pihak terkait untuk menghormati dan memfasilitasi evakuasi warga sipil yang aman.

"Sengaja menargetkan warga sipil dan personel yang membantu evakuasi warga sipil adalah tindakan yang sangat terhina dan harus dikutuk," kata DK PBB.

Selain itu, DK PBB juga menegaskan kembali pentingnya memerangi terorisme di Afghanistan untuk memastikan wilayah tersebut tidak digunakan untuk mengancam atau menyerang negara mana pun, serta tidak ada kelompok atau individu Afghanistan yang boleh mendukung teroris yang beroperasi di wilayah negara mana pun.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dilaporkan akan mengadakan pertemuan di Afghanistan pada pekan depan dengan utusan PBB untuk Inggris, Prancis, Amerika Serikat, China, dan Rusia, para anggota tetap DK PBB yang memiliki hak veto. 

img
Valerie Dante
Reporter
img
Valerie Dante
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan