sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Upacara doa Buddha diadakan di Kamboja untuk aktivis Thailand yang hilang

Selama upacara singkat di luar apartemen Wanchalearm, para biksu Buddha menyanyikan dan menyebarkan air suci.

Cindy Victoria Dhirmanto
Cindy Victoria Dhirmanto Jumat, 04 Des 2020 20:12 WIB
Upacara doa Buddha diadakan di Kamboja untuk aktivis Thailand yang hilang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Salah seorang saudari aktivis pro demokrasi di Thailand diculik oleh pria bersenjata tak dikenal di Kamboja, Jumat (4/12). Pihak berwenang diminta untuk menyelsaikan kasus tersebut setelah mengadakan upacara doa Buddha untuk menandai dirinya sejak menghilang enam bulan. 

Wanchalearm Satsaksit (37), dimasukkan ke dalam kendaraan di depan apartemennya di Phnom Penh pada Juni, ujar Human Rights Watch yang berbasis di New York. Polisi Kamboja sebelumnya mengatakan mereka tidak mengetahui telah terjadi penculikan.

Selama upacara singkat di luar apartemen Wanchalearm, para biksu Buddha menyanyikan dan menyebarkan air suci. "Kami tidak tahu pelakunya; namun itu adalah tugas dan tanggung jawab pihak berwenang di Kamboja dan Thailand untuk menemukan kebenaran," kata saudara perempuan Wanchalearm, Sitanun Satsaksit, kepada wartawan setelah upacara.

Wanchalearm berbicara di ponselnya dengan Sitanun ketika dia diculik, kata kakak perempuan itu sebelumnya. Sitanun mengatakan, keluarganya masih berharap bisa bersatu kembali dengan saudara laki-lakinya, tetapi tanggapan pihak berwenang di kedua negara belum cukup.

Sitanun akan menghadiri sidang tentang kasus tersebut di pengadilan Phnom Penh, pada 8 Desember 2020, di mana dia berencana, untuk mengirimkan foto dan video untuk menunjukkan bahwa saudara laki-lakinya berada di kota tersebut pada saat dugaan penculikannya.

Juru bicara kepolisian nasional Kamboja, Chhay Kim Khoeun, yang sebelumnya mengatakan polisi tidak mengetahui insiden itu, menolak berkomentar pada hari Jumat.

Dalam sebuah pernyataan, kedutaan besar Thailand di Phnom Penh mengatakan sedang mengikuti kasus tersebut, tetapi tidak dapat memberikan komentar khusus saat ini karena "kasus tersebut sedang dalam proses hukum."

Kedutaan mengaku, bekerja sama erat dengan pihak berwenang Kamboja dan akan terus memberikan bantuan kepada keluarga Wanchalearm. Setidaknya, delapan aktivis Thailand lainnya yang melarikan diri dari negara itu setelah kudeta militer 2014 telah menghilang dari Laos, Kamboja, dan Vietnam, dengan beberapa di antaranya kemudian ditemukan tewas.

Sponsored

Pihak berwenang Thailand mengatakan mereka tidak ada hubungannya dengan penghilangan itu. (Sumber reuters)

Berita Lainnya