sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Iran memulai pengayaan uranium di Fordow

Di bawah JCPOA, ambang batas pengayaan uranium adalah 3,67%, level yang cukup untuk tujuan damai.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 07 Nov 2019 14:59 WIB
Iran memulai pengayaan uranium di Fordow

Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) pada Kamis (7/11) mengatakan bahwa negara itu sudah memulai proses pengayaan uranium di fasilitas nuklir Fordow, langkah terbaru yang membuat Teheran semakin melangkah jauh dari kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA).

Kesepakatan tersebut melarang pengayaan dan bahan nuklir dari Fordow. Tetapi dengan gas yang disuntikkan ke dalam sentrifugalnya, fasilitas yang sebelumnya merupakan pusat penelitian itu akan secara efektif dianggap menjadi situs nuklir aktif.

"Setelah semua persiapan berhasil ... injeksi gas uranium ke sentrifugal dimulai pada Kamis di Fordow. Seluruh proses telah diawasi oleh inspektur dari Badan Energi Atom Internasional PBB (IAEA)," kata AEOI dalam pernyataannya.

JCPOA mengekang program nuklir Teheran dengan imbalan penghapusan sebagian besar sanksi internasional. Iran telah secara bertahap mengurangi komitmennya terhadap kesepakatan tersebut, termasuk dengan melanggar batas penimbunan uranium yang diperkaya, sejak Amerika Serikat menarik diri dari pakta itu pada Mei 2018.

"Prosesnya akan memakan waktu beberapa jam untuk stabil dan pada Sabtu (9/11), ketika inspektur IAEA kembali mengunjungi situs tersebut, tingkat pengayaan uranium 4,5% akan tercapai," kata juru bicara AEOI Behrouz Kamalvandi.

Di bawah JCPOA, ambang batas pengayaan uranium adalah 3,67%, level yang cukup untuk tujuan damai.

Setelah menarik diri dari JCPOA, AS kembali menerapkan sanksi terhadap Iran. Pemerintahan Donald Trump menyebut keputusan terbaru Iran sebagai langkah ke arah yang salah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Morgan Ortagus mengatakan Teheran tidak memiliki alasan yang dapat dipercaya untuk memperluas program pengayaan uraniumnya. Dia menegaskan, Washington akan melanjutkan tekanan melalui sanksi ekonomi terhadap Iran sampai mereka mengubah perilakunya.

Sponsored

Di bawah JCPOA, Iran setuju untuk mengubah fasilitas di Fordow menjadi pusat nuklir, fisika dan teknologi di mana 1.044 sentrifugal digunakan untuk tujuan yang memiliki berbagai kegunaan sipil, di luar pengayaan.

"Semua sentrifugal yang dipasang di Fordow adalah tipe IR-1. Gas uranium disuntikkan ke empat rantai sentrifugal IR-1," kata Kamalvandi. "Dua rantai tersisa lainnya dari sentrifugal IR-1, 348 sentrifugal, akan digunakan untuk memproduksi dan memperkaya isotop stabil di fasilitas tersebut."

Trump membela keputusannya untuk keluar dari JCPOA, menyebut pakta itu sebagai kesepakatan cacat yang hanya menguntungkan Iran. Sejak itu, Washington telah memperbarui dan mengintensifkan sanksi terhadap Iran, memangkas penjualan minyak mentah negara itu lebih dari 80%.

Langkah Iran dinilai akan semakin merumitkan peluang menyelamatkan JCPOA. Rusia dan Uni Eropa telah berulang kali mendesak Iran untuk menghormati kesepakatan itu.

Berbicara dalam konferensi pers di akhir kunjungan ke China, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut langkah terbaru Iran sangat berbahaya. Dia menyatakan akan berbicara dengan Trump dan Iran dalam beberapa hari mendatang.

Iran mengurangi satu per satu komitmen JCPOA, termasuk dengan melanggar batas penimbunan uranium yang diperkaya, sebagai respons atas kebijakan

Pada Senin (4/11), Iran menyatakan sedang mengembangkan sentrifugal canggih yang dapat memperkaya uranium lebih cepat. Rintangan terbesar untuk membangun senjata nuklir adalah mendapatkan uranium atau plutonium yang diperkaya pada kadar tinggi untuk inti bom. 

Sumber : Reuters