sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Iran: Sanksi AS berdampak pada kematian akibat Covid-19

Iran mencatat 21.638 kasus positif, di mana 1.685 di antaranya meninggal dan 7.913 dinyatakan pulih.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 23 Mar 2020 17:10 WIB
Iran: Sanksi AS berdampak pada kematian akibat Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Iran menyebut bahwa sanksi ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran sangat berdampak pada kematian warganya akibat coronavirus jenis baru. Negara itu mencatat 21.638 kasus positif, di mana 1.685 di antaranya meninggal dan 7.913 dinyatakan pulih.

"Terorisme ekonomi AS telah menghambat usaha Iran dalam mendapatkan bantuan internasional ... rakyat dan pemerintah Iran terus bekerja keras memerangi Covid-19, tetapi sanksi AS menghalangi upaya ini," jelas pernyataan Kedutaan Besar Iran di Jakarta yang diterima Alinea.id, Senin (23/3).

AS menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA) sejak Mei 2018 dan sejak itu menjatuhkan sanksi terhadap ekonomi, investasi, industri minyak, petrokimia, perusahaan asuransi, serta berbagai individu di Iran atau yang pihak berhubungan dengan negara itu.

Kedubes Iran menyatakan, Covid-19 membuktikan bahwa sanksi Washington terhadap Teheran adalah ancaman bagi kondisi kesehatan internasional.

"Sanksi dan tekanan maksimal AS terhadap Iran telah membuat pendapatan kami dari sektor industri minyak menurun dan menyebabkan biaya penanggulangan Covid-19 semakin tinggi," jelas pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, Kedubes Iran menuturkan bahwa faktor lain yang menyulitkan negaranya adalah langkah AS yang disebut, "Mengancam sejumlah negara dan perusahaan di dunia untuk tidak menjual obat-obatan dan fasilitas medis" kepada mereka.

Dalam suratnya kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Kamis (12/3), Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan pentingnya AS mencabut sanksi terhadap negaranya.

Zarif menyebut, meskipun Iran memiliki kemampuan ilmiah untuk memerangi Covid-19, tetapi sanksi AS yang mencegah penjualan obat-obatan serta peralatan medis menyebabkan pemerintah sangat terkendala dalam upaya menghadapi coronavirus.

Sponsored

Iran meminta dunia untuk membuktikan independensi dan komitmen terhadap nilai-nilai HAM dengan mengabaikan sanksi AS, terutama di bidang farmasi dan fasilitas medis.

Dalam suratnya kepada sejumlah kepala negara, Kedubes Iran menyebut, Presiden Hassan Rouhani mengingatkan bahwa sanksi Washington akan merusak sistem medis dan membatasi sumber daya keuangan dalam manajemen krisis Iran. Hal tersebut berdampak langsung terhadap proses melawan pandemik coronavirus jenis baru.

"Beliau juga menegaskan bahwa sanksi AS terhadap Teheran telah menyebabkan banyak rakyat Iran kehilangan jaminan kesehatan dan pekerjaan mereka," lanjut Kedubes Iran dalam pernyataannya.

Mengingat pandemik coronavirus adalah sebuah darurat kesehatan global, Iran menyerukan agar seluruh dunia berusaha dan bekerja sama secara kolektif untuk mengatasi penyebaran virus tersebut.

"AS harus berhenti menjadikan upaya kemanusiaan sebagai urusan politik dan mencabut sanksi terhadap Iran," tegas Kedubes Iran.

Berita Lainnya