sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jauhi konflik Timur Tengah, Malaysia tarik pasukannya dari Arab Saudi

Malaysia tak mau terlibat konflik regional di Timur Tengah.

Dika Hendra
Dika Hendra Jumat, 29 Jun 2018 18:30 WIB
Jauhi konflik Timur Tengah, Malaysia tarik pasukannya dari Arab Saudi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 410.088
Dirawat 58.418
Meninggal 13.869
Sembuh 337.801

Malaysia akan menjauhi kepentingan dari konflik Timur Tengah. Itu dilakukan Menteri Pertahanan Malaysia Mohammed Sabu, dengan menarik pasukannya dari Arab Saudi.

Sabu menegaskan bahwa kehadiran militer Malaysia di Timur Tengah, memiliki risiko besar menyeret Negeri Jiran masuk dalam konflik regional. Dia juga menegaskan, pasukan Malaysia tidak ikut ambil bagian dalam operasi di Yaman.

“Malaysia selalu menjaga netralitas. Malaysia tidak pernah mendukung kebijakan luar negeri yang agresif,” kata Sabu dilansir Channel News Asia pada Jumat (29/6).

Keputusan itu dibuat pada pekan lalu. Sabu menambahkan, pihaknya masih berunding dengan kementerian luar negeri untuk menentukan kapan pasukan Malaysia bisa segera ditarik kembali.

Sponsored

Tidak jelas berapa banyak pasukan Malaysia yang berada di Saudi. Pada 2015, mantan Perdana Menteri Najib Razak mengirimkan pasukan ke Arab Saudi untuk mengevakuasi warga Malaysia di Yaman. Namun, pasukan itu tidak kunjung ditarik.

Arab Saudi bersama dengan koalisi negara Arab lainnya melancarkan serangan militer ke Yaman pada 2015. Langkah itu untuk mendukung pemerintahan yang didukung Saudi dan internasional. Saudi juga ingin menyerang pemberontak Houthi di Yaman yang didukung Iran.

Berita Lainnya