logo alinea.id logo alinea.id

Lebih dari 600 perusahaan AS desak Trump akhiri perang dagang

Perang dagang diprediksi dapat menghilangkan lebih dari 2 juta pekerjaan di AS serta mengurangi nilai PDB AS sebesar 1%.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 14 Jun 2019 18:09 WIB
Lebih dari 600 perusahaan AS desak Trump akhiri perang dagang

Walmart Inc, Target Corp dan lebih dari 600 perusahaan lainnya mendesak Donald Trump lewat sepucuk surat pada Kamis (14/6) untuk menyelesaikan sengketa perdagangan dengan China. Mereka mengatakan, tarif telah merugikan bisnis dan konsumen Amerika.

Surat ini adalah yang terbaru dari banyak yang dikirim ke pemerintahan Trump oleh Tarif Hurt the Heartland, kampanye nasional terkait tarif yang didukung oleh lebih dari 150 kelompok perdagangan yang mewakili industri pertanian, manufaktur, ritel, dan teknologi.

Tetapi surat terbaru ini menjadi penting karena dilayangkan sebelum pertemuan yang mungkin saja terjadi antara Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam KTT G20 pada 28-29 Juni di Osaka, Jepang. 

Trump mengatakan dia ingin bertemu Presiden Xi di KTT G20 dan akan memutuskan apakah akan memperpanjang tarif ke hampir semua impor China setelah itu.

Dengan kurang dari tiga minggu sebelum pembicaraan antara pemimpin Tiongkok dan AS, harapan untuk kemajuan dalam mengakhiri perang dagang dapat dibilang rendah.

"Kami tetap khawatir tentang kenaikan tarif tit-for-tat," ungkap surat terbaru itu. "Tarif yang diterapkan secara luas bukanlah alat yang efektif untuk mengubah praktik perdagangan tidak adil China. Tarif adalah pajak yang dibayarkan langsung oleh perusahaan AS ... bukan China."

Gedung Putih belum memberikan respons atas surat tersebut.

Walmart, pemberi kerja sektor swasta terbesar di AS dan pengecer terbesar di dunia, mengatakan tarif akan menaikkan harga bagi konsumen AS.

Sponsored

"Perdagangan secara keseluruhan telah baik bagi rakyat AS, baik bagi konsumen ... dan saya menyadari kadang-kadang ada kritik," kata Kepala Eksekutif Walmart Doug McMillon pekan lalu. 

McMillon mendesak pemerintah Trump fokus pada bagaimana perdagangan membantu sejumlah besar orang di AS bukan hanya mereka yang membahayakan.

Dalam surat itu disebutkan pula bahwa perang dagang dapat menghilangkan lebih dari 2 juta pekerjaan di AS serta mengurangi nilai PDB AS sebesar 1%, di samping menambah biaya bagi keluarga AS.

"Perang dagang yang meningkat bukan demi kepentingan terbaik negara, dan kedua belah pihak akan kalah," sebut surat itu.

Sumber : Reuters