logo alinea.id logo alinea.id

Libur penobatan kaisar baru diharap dongkrak ekonomi Jepang

Merayakan penobatan kaisar Jepang yang baru pada 1 Mei, rakyat Jepang mendapat libur 10 hari.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 23 Apr 2019 16:00 WIB
Libur penobatan kaisar baru diharap dongkrak ekonomi Jepang

Libur selama 10 hari untuk merayakan penobatan Putra Mahkota Naruhito diharapkan memberi dorongan jangka pendek bagi perekonomian Jepang yang lesu.

Pabrik bir, hotel, pengecer, restoran, dan operator kereta diharap mendapat manfaat dari liburan yang akan berlangsung dari 27 April hingga 6 Mei. Pada masa itu bank, sekolah, kantor pemerintah, dan bisnis di berbagai bidang tidak akan beroperasi.

Menurut agen perjalanan JTB Corp, sekitar 24,7 orang atau seperlima populasi negara itu diperkirakan akan bepergian. Kebanyakan mereka akan melancong di dalam negeri.

"Masyarakat Jepang tengah dalam suasana hati yang gembira, era kekaisaran baru dimulai dan libur 10 hari," ungkap Yoshiie Horii, juru bicara Asahi Group, yang meningkatkan produksi beberapa merek sebesar 5-10% menjelang libur. "Kami berharap liburan ini akan memacu pengeluaran konsumen."

Setiap tahunnya, Jepang memiliki hari libur nasional yang cukup panjang yang dijuluki Golden Week. Tapi tahun ini masyarakat Jepang diberi libur yang lebih panjang untuk merayakan penobatan Pangeran Naruhito.

Setelah memerintah selama 31 tahun, Kaisar Akihito akan turun takhta pada 30 April. Dia akan digantikan oleh putranya Pangeran Naruhito, di mana penobatannya akan dilakukan pada 1 Mei.

Untuk menandai era baru yang diberi nama Reiwa, pusat perbelanjaan di Tokyo akan menawarkan suvenir dalam jumlah terbatas pada 1 Mei.

Menurut kepala ekonomi Dai-ichi Life Research Institute, Hideo Kumano, perkiraan lonjakan ekonomi akibat libur panjang akan mendorong pertumbuhan PDB kuartal kedua dan memberi alasan lain kepada pemerintahan pimpinan Perdana Menteri Shinzo Abe untuk melanjutkan kenaikan pajak penjualan yang direncanakan pada Oktober.

Sponsored

Kumano memperkirakan bahwa penjualan dari perjalanan domestik akan melonjak hampir 30% dari tahun lalu mnejad 1,48 triliun yen.

"Pada Maret, ada banyak pembicaraan tentang resesi. Tetapi itu benar-benar menghilang dengan pengumuman era baru kekaisaran pada 1 April. Dan pada 1 Mei efeknya akan lebih besar," katanya.

Ekonom senior di SMBC Nikko Securities Koya Miyamae menilai bahwa pengeluaran konsumen secara keseluruhan selama 10 hari diperkirakan naik 7,6% dibandingkan tahun lalu dan berkontribusi seperempat poin persentase terhadap PDB.

Meski demikian, produsen pada umumnya tidak melihat relasi liburan yang lama memiliki dampak besar. Toyota, misalnya, mengatakan bahwa pabrik mereka biasanya ditutup selama sembilan hari selama Golden Week dan hal serupa akan mereka lakukan tahun ini.

Sementara itu, rumah sakit akan memiliki jam operasional bergantian selama hari libur. Warga dapat mengunjungi situs terkait untuk melihat rumah sakit mana yang beroperasi, dan menemukan informais yang lebih rinci.

Sementara itu, libur 10 hari juga dikhawatirkan dapat menyebabkan gangguan dan meresahkan yen.

"Ini risiko bahwa kita tidak dapat berdagang selama 10 hari bahkan jika sesuatu yang tidak stabil terjadi di pasar luar negeri," kata Shogo Maekawa, ahli strategi pasar global di JPMorgan Asset Management.

Sumber : Reuters