close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Emmanuel Macron. foto EPA
icon caption
Emmanuel Macron. foto EPA
Dunia
Sabtu, 13 Agustus 2022 14:23

Macron merespons penusukan Salman Rusdhie: Perjuangan dia adalah perjuangan kita

Salman Rushdie menghabiskan bertahun-tahun bersembunyi setelah Iran mendesak umat Islam untuk membunuhnya karena tulisannya.
swipe

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam penyerangan terhadap novelis Salman Rushdie di New York pada Jumat. Menurutnya perjuangan Rushdie bersifat universal.

Salman Rushdie menghabiskan bertahun-tahun bersembunyi setelah Iran mendesak umat Islam untuk membunuhnya karena tulisannya The Satanic Verses, pada 1988. Setelah berpuluh tahun selamat, Rusdhie akhirnya harus menerima serangan fisik, yang selama ini hanya merupakan ancaman. 

“Selama 33 tahun, Salman Rushdie telah mewujudkan kebebasan dan perjuangan melawan obskurantisme. Dia baru saja menjadi korban serangan pengecut oleh kekuatan kebencian dan barbarisme,” kata Macron, seperti dikutip Independent, Sabtu (13/8).

"Perjuangannya adalah perjuangan kita; itu universal. Sekarang lebih dari sebelumnya, kami berdiri di sisinya,” kata Macron.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga mengutuk serangan itu dan menulis, “Terkejut bahwa Sir Salman Rushdie telah ditikam saat menjalankan hak yang tidak boleh kita hentikan untuk dipertahankan. Saat ini pikiranku sedang bersama orang-orang tersayangnya. Kami semua berharap dia baik-baik saja.”

Salman Rusdhie menjadi korban penikaman saat ia melakukan pidato di institut Chautauqua New York. Pelaku adalah Hadi Matar, pria 24 tahun dari Iran.

Setelah berjam-jam menjalani operasi, Rushdie menggunakan ventilator dan dilaporkan belum  dapat berbicara.

img
Fitra Iskandar
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan