sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Nepal berusaha akhiri ketergantungan dengan India?

Nepal menyepakati sejumlah proyek dengan China dalam lawatan Presiden Xi Jinping ke negara Himalaya itu.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 14 Okt 2019 08:53 WIB
Nepal berusaha akhiri ketergantungan dengan India?

Presiden China Xi Jinping merampungkan pertemuan dua hari di Nepal pada Minggu (13/10) dengan ditandai penandatanganan proyek terowongan dan jalur kereta api menuju Tibet. Negara Himalaya itu disebut berusaha mengakhiri dominasi India atas jalur perdagangannya dengan meningkatkan konektivitas dengan Beijing.

Jalan kereta api sepanjang 70 km yang menghubungkan Gyiron di Tibet dengan Kathmandu, Ibu Kota Nepal, membuatnya menjadi salah satu proyek infrastruktur paling ambisius di negara itu.

Satu tim China sudah mengadakan kajian pendahuluan untuk pembangunan proyek, yang akan jadi bagian dari Belt and Road Initiative (BRI), dorongan perdagangan dan diplomatik Xi yang berusaha menciptakan kembali Jalur Sutera lama yang menghubungkan China dengan Asia dan Eropa.

Selain itu sebuah terowongan jalan sepanjang 28 km akan mengurangi jarak setengah dari Khatmandu ke perbatasan China itu, menghemat waktu dan biaya.

"China sekarang akan mengadakan uji kelayakan proyek jalan kereta dan membantu membangun terowongan," kata Rajeshor Gyawali, juru bicara Kementerian Infrastruktur Fisik dan Transportasi Nepal kepada Reuters.

Nepal berupaya meningkatkan konektivitas dengan China sejak blokade di sepanjang perbatasannya dengan India yang menyebabkan kekurangan bahan bakar dan obat-obatan akut pada 2015 dan 2016.

"Fasilitas-fasilitas ini akan memberi kami rute perdagangan alternatif bilamana kami menghadapi blokade perbatasan," kata Gyawali.

China dan India berebut pengaruh atas Nepal, penyangga alamiah di antara keduanya, dan menanam modal di sektor infrastruktur. India menyumbang hampir dua pertiga dari perdagangan Nepal dan merupakan satu-satunya pemasok bahan bakar.

Sponsored

Para pejabat dari kedua pihak juga menandatangani 20 proyek yang mencakup perdagangan, pemasokan air dan obat-obatan tradisional pada akhir lawatan Xi. Ini merupakan kunjungan pertama oleh Presiden China dalam 22 tahun terakhir. (Ant)