sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pengadilan Tinggi Tokyo vonis bebas 2 WNI dari tuduhan penyelundupan narkoba

A dan I divonis bersalah dan dihukum enam tahun penjara serta denda masing-masing 2 juta yen pada sidang pengadilan tingkat pertama.

Eqqi Syahputra
Eqqi Syahputra Minggu, 18 Jul 2021 19:45 WIB
Pengadilan Tinggi Tokyo vonis bebas 2 WNI dari tuduhan penyelundupan narkoba

Dua Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial A dan I, yang merupakan terduga tuduhan penyelundupan narkoba jenis methamphetamine untuk kepentingan bisnis secara ilegal ke Jepang pada 2019, divonis bebas oleh pihak Panel Hakim Pengadilan Tinggi Tokyo pada Selasa (13/7).

A dan I sendiri telah menjalani proses hukum di Jepang, karena semua WNI saat berada di luar negeri wajib mematuhi hukum negara setempat, dan upaya perlindungan yang diberikan KBRI tidak mengambil alih kesalahan pidana maupun perdata.

A dan I divonis bersalah dan dihukum enam tahun penjara serta denda masing-masing 2 juta yen pada sidang pengadilan tingkat pertama. Keputusan tersebut berdasarkan atas pelanggaran Japan Customs Law Pasal 109 dan Pasal 69, Japan Stimulant Drug Control Act Pasal 41 Ayat 2 dan Japan Penal Code Pasal 60.

Hal ini disambut gembira oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Heri Akhmadi. Tak lupa, ia juga mengapresiasi kerja keras dari Tim Perlindungan WNI Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo bersama tim pengacara yang memberikan pendampingan dan bantuan hukum bagi kedua orang tersebut selama dua tahun.

Keduanya menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan pendampingan KBRI Tokyo sejak ditangkap kepolisian Jepang dan menjalani hari-hari di penjara Chiba dan Tokyo hingga proses persidangan.

"Saya gembira atas vonis bebas dua WNI kita. Terima kasih kepada pihak Pengadilan Tinggi Tokyo yang kembali menyidangkan kasus ini ditingkat banding. Perlindungan WNI di Jepang akan terus menjadi prioritas penting misi saya di Jepang," ujar Dubes Heri dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/7).

Dubes Heri menambahkan, kedepannya kasus A dan I dapat menjadi pelajaran untuk tidak mudah percaya pada orang yang tidak dikenal dan ingin menitipkan barang ke luar negeri. Kedua WNI tersebut sudah pulang ke Tanah Air pada Sabtu (17/7). Sebelum kembali ke Indonesia, keduanya tinggal di shelter Perlindungan WNI KBRI Tokyo dan sempat bertemu serta berdiskusi dengan Kepala Bidang Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo, Ali Sucipto. Keduanya bahkan difasilitasi untuk berjalan-jalan di pusat Kota Tokyo untuk membeli oleh-oleh untuk keluarga mereka.

Selama periode 2019-2020, KBRI Tokyo menangani lima kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan WNI. Proses persiapan pengadilan di Jepang dikenal cukup berlarut-larut sehingga terdakwa dapat ditahan di penjara dalam waktu yang cukup lama sembari menunggu jadwal sidang. Pada kasus A dan I, KBRI Tokyo terus mendampingi keduanya menunggu selama satu tahun lebih untuk disidangkan pada 2020 dan menunggu selama delapan bulan untuk sidang naik banding.

Sponsored
Berita Lainnya