sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PM Australia minta negara tak ambil untung dari vaksin Covid-19

Ada kekhawatiran beberapa negara mencari keuntungan jangka pendek atau profit berupa uang dalam menimbun vaksin.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 26 Sep 2020 10:51 WIB
PM Australia minta negara tak ambil untung dari vaksin Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mendesak agar sejumlah negara membagikan vaksin Covid-19 segera setelah berhasil menemukannya. Dia menyebut langkah itu sebagai tanggung jawab global dan moral. Pernyataan itu Morrison sampaikan dalam pidato yang disiarkan secara virtual dalam Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, pada Sabtu (26/9).

Dia menyampaikan kekhawatiran beberapa negara mungkin mencari keuntungan jangka pendek atau profit berupa uang dalam menimbun vaksin alih-alih membagikannya kepada dunia.

"Umat manusia akan selalu ingat negara mana pun yang berperilaku seperti itu," tegas PM Morrison. "Australia berjanji, jika kami menemukan vaksin, kami pasti akan membagikannya. Ini adalah janji yang seharusnya dibuat oleh semua pihak." papar dia.

Morrison menyatakan krisis seperti ini memberikan kesempatan bagi seluruh pihak untuk mengatasi perbedaan dan fokus mengejar tujuan bersama.

Lebih lanjut, PM Morrison menekankan lembaga multilateral seperti PBB perlu terus menjalankan tugasnya dengan baik.

"Inti dari PBB adalah anggotanya, bukan komite, proses, lembaga, atau para pejabatnya," kata dia. "Australia berkomitmen untuk memastikan lembaga multilateral berjalan sesuai tujuan, efektif, terbuka, transparan, dan yang terpenting, bertanggung jawab kepada negara berdaulat yang membentuknya." papar dia.

Dalam kritik tersirat terhadap China, Morrison menyatakan Australia menghormati hukum internasional dan penyelesaian sengketa secara damai melalui dialog, termasuk memastikan bahwa klaim teritorial dan maritim didasarkan pada, serta ditentukan sejalan dengan, hukum internasional, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS).

Pernyataannya tersebut merujuk pada meningkatnya militerisme China di Laut China Selatan.

Sponsored

Dengan latar belakang ketegangan perdagangan yang berkelanjutan dengan China, Morrison juga menekankan bahwa Australia menghargai aturan dan institusi yang mengatur jalannya perdagangan internasional.

"Kami menghargai aturan yang melindungi kedaulatan, perdamaian dan keamanan, serta mengekang penggunaan kekuasaan yang berlebihan," ujar dia.

Selain menyoroti bahaya misinformasi, Morrison juga menegaskan bahwa penting untuk mengidentifikasi sumber zoonosis dari virus Covid-19, SARS-CoV-2, dan bagaimana penularannya ke manusia.

"Virus ini telah menyebabkan malapetaka bagi dunia dan rakyatnya," sambung dia. "Kita harus melakukan segala upaya untuk memahami apa yang terjadi demi mencegahnya terulang kembali." (The Guardian)

Berita Lainnya