logo alinea.id logo alinea.id

Protes Hong Kong: UEA hingga Kanada rilis peringatan

Berbeda dengan Singapura, Irlandia dan Kanada yang merilis travel advisory ke Hong Kong, Uni Emirat Arab mengeluarkan travel warning.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 29 Jul 2019 16:59 WIB
Protes Hong Kong: UEA hingga Kanada rilis peringatan

Pada Sabtu (27/7), Uni Emirat Arab mengeluarkan travel warning bagi warganya yang ingin mengunjungi Hong Kong. Peringatan tersebut dikeluarkan karena kota itu sedang dilanda serangkaian protes pro-demokrasi selama dua bulan terakhir. Demikian seperti dilansir The National, Minggu (28/7)

Dalam twitnya, Konsulat Uni Emirat Arab di Hong Kong menyarankan warganya untuk menghindari gedung pemerintah serta beberapa tempat di sekitarnya. Peringatan itu juga mendesak warga Uni Emirat Arab mendengarkan saran dari otoritas setempat.

Pemerintah Uni Emirat Arab pun mengimbau warganya untuk tidak mengenakan pakaian hitam atau putih di Hong Kong. Pasalnya, hitam telah menjadi warna khas gerakan protes demonstran Hong Kong. Sedangkan sejumlah pria berkaus putih yang diduga berafiliasi dengan Triad telah menyerang para pengunjuk rasa di sebuah stasiun di Yuen Long pekan lalu.

Padahal hitam dan putih merupakan warna utama dari pakaian nasional warga Uni Emirat Arab.

Adapun Singapura merilis travel advisory bagi warganya yang berada di Hong Kong maupun mereka yang berencana mengunjungi kota itu.

Melalui unggahan di Facebook pada Jumat (26/7), Kementerian Luar Negeri Singapura menyarankan warganya yang berada di kota itu untuk menghindari titik-titik rawan demonstrasi.

Peringatan itu merujuk pada aksi unjuk rasa yang berlangsung di Bandara Internasional Hong Kong pada Jumat dan demonstrasi lanjutan di Yuen Long pada Sabtu (27/7).

Sponsored

"Dalam beberapa pekan terakhir, beberapa protes skala besar telah terjadi di sejumlah tempat di Hong Kong. Meskipun sebagian besar berjalan dengan damai dan tertib, tetap terjadi beberapa bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa. Protes yang dimaksudkan berjalan damai masih berpotensi untuk berubah menjadi penuh kekerasan," jelas peringatan tersebut.

Kemlu Singapura mengatakan, orang-orang yang sudah berada di Hong Kong harus mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan untuk memastikan keselamatan pribadi mereka.

"Anda harus tetap waspada, memantau perkembangan melalui berita lokal dan mendengarkan instruksi dari otoritas lokal ... Anda perlu menghindari protes dan kerumunan yang besar, serta tetap berhubungan dengan keluarga dan teman-teman Anda sehigga mereka tahu Anda aman," tambah pernyataan tersebut.

Sejak 16 Juli, Irlandia juga mengeluarkan travel advisory. Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Irlandia lewat situsnya meminta warganya untuk waspada, menyusul terjadinya bentrokan antara aparat dan demonstran di beberapa aksi protes.

"Warga negara Irlandia sangat disarankan untuk menghindari daerah di mana terjadi protes dan kerumunan massa serta diminta untuk mengikuti saran dari otoritas setempat," tulis peringatan tersebut.

Pemerintah Irlandia menyatakan, meski protes sebagian besar berlangsung dengan damai, warga Irlandia perlu berhati-hati karena bentrokan antara beberapa demonstran dan polisi telah terjadi.

"Demonstrasi lebih lanjut dapat terjadi dalam beberapa hari dan pekan mendatang. Aksi protes semacam itu dapat menutup jalan-jalan sebagian besar kota dan memengaruhi operasi transportasi umum," tambah peringatan tersebut.

Sementara itu, pada Jumat, Kanada memperingatkan warganya atas demonstrasi politik yang diperkirakan akan terus berlanjut di Hong Kong.

"Aksi unjuk rasa yang berlangsung dapat berdampak pada gangguan lalu lintas dan transportasi di wilayah tertentu. Aksi kekerasan telah terjadi, termasuk bentrokan antara pasukan keamanan dan demonstran. Beberapa bentrokan telah mengakibatkan cedera serius," sebut pernyataan di situs pemerintah Kanada.

Pemerintah Kanada mengimbau warganya yang berada di Hong Kong terus memantau media lokal untuk mengetahui informasi dan saran terkait demonstrasi yang akan datang. "Hindari area di mana demonstrasi dan titik berkumpul massa, dan ikuti instruksi dari otoritas setempat."

Berbeda dengan negara-negara yang telah disebutkan, hingga kini Indonesia belum mengeluarkan peringatan perjalanan ke Hong Kong.

"Hingga saat ini, belum ada peringatan perjalanan," tutur Konsul Muda Penerangan dan Sosial-Budaya KJRI Hong Kong Fajar Kurniawan kepada Alinea.id pada Senin (29/7).

Namun, Fajar menambahkan, KJRI Hong Kong sudah mengeluarkan imbauan kepada WNI yang berada di Hong Kong untuk lebih berhati-hati dan waspada akan lingkungan sekitar.