sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Putaran pertama negosiasi draf COC LCS ASEAN-China rampung

ASEAN dan China baru saja menyelesaikan putaran pertama negosiasi draf COC Laut Cina Selatan.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 26 Jul 2019 18:00 WIB
Putaran pertama negosiasi draf COC LCS ASEAN-China rampung

Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI Jose Tavares menyatakan bahwa ASEAN menginginkan agar ketegangan di Laut Cina Selatan segera mereda.

"ASEAN mengimbau seluruh pihak yang terlibat untuk menahan diri agar tidak merumitkan suasana dan tidak meningkatkan tensi di Laut Cina Selatan," tutur Jose dalam konferensi pers di Kemlu RI, Jakarta, Jumat (26/7).

Dalam kaitan ketegangan di kawasan tersebut, Jose menyampaikan perkembangan positif terkait perundingan negosiasi kode etik (Code of Conduct/COC) Laut Cina Selatan.

Dia menuturkan bahwa pada Rabu di Penang, Malaysia, pihak ASEAN dan China baru saja menyelesaikan putaran pertama negosiasi draf COC Laut Cina Selatan.

"Ini merupakan suatu progres yang baik. Mudah-mudahan ke depannya kalau sudah selesai, COC ini dapat membantu mengatasi situasi dan mengatur tata perilaku di Laut Cina Selatan," tambah Jose.

Dia menyatakan bahwa ada kemungkinan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi akan mengangkat isu Laut Cina Selatan dalam ASEAN Ministrial Meeting (AMM) yang akan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus di Bangkok, Thailand.

"Ada kemungkinan isu ini diangkat. Kalau tidak diangkat oleh Menlu Retno, kemungkinan bisa dibahas juga oleh negara lain karena persoalan ini memang aktual," ujarnya.

Usai putaran pertama pembacaan draf COC Laut Cina Selatan selesai, akan dilanjutkan dengan negosiasi putaran kedua dan ketiga di tahun-tahun selanjutnya.

Sponsored

Salah satu hal yang masih dinegosiasikan adalah sifat dari COC itu sendiri, apakah akan mengikat secara hukum atau tidak.

COC dinilai penting untuk disepakati oleh China, ASEAN dan pemangku kepentingan lainnya di kawasan Laut Cina Selatan untuk mendapat kesepahaman dan membangun kepercayaan. COC tidak membahas perselisihan teritorial, melainkan kesepakatan mengenai cara mengelola atau mencegah potensi konflik dan krisis di Laut Cina Selatan.