close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto Pixabay.
icon caption
Ilustrasi. Foto Pixabay.
Dunia
Kamis, 29 September 2022 09:56

Serangan rudal tewaskan 13 orang Kurdi Iran

Serangan ditujukan kepada teroris separatis yang telah mendukung kerusuhan baru-baru ini di Iran.
swipe

Rudal dan pesawat tak berawak dari Iran yang diluncurkan ke tempat yang dikatakan sebagai pangkalan kelompok oposisi Kurdi Iran mengakibatkan 13 orang tewas. Salah seorang korban tewas adalah wanita hamil.

Dilansir dari BBC, Kamis (29/9), Korps Pengawal Revolusi Islam Iran mengatakan, pihaknya menyerang teroris separatis yang telah mendukung kerusuhan baru-baru ini.

Diketahui, protes antipemerintah telah melanda Iran sejak kematian seorang wanita Kurdi dalam tahanan 12 hari yang lalu. Wanita itu adalah Mahsa Amini (22) dari kota barat laut Saqez yang sedang berkunjung di Teheran. Dia ditahan oleh polisi moral karena diduga melanggar undang-undang ketat yang mengharuskan perempuan untuk menutupi rambut mereka dengan jilbab.

Polisi mengatakan, Amini pingsan di pusat penahanan setelah menderita gagal jantung mendadak. Namun, keluarganya telah menepisnya dan menuduh bahwa dia dipukuli oleh petugas. Dia meninggal di rumah sakit setelah tiga hari dalam keadaan koma.

Kelompok hak asasi manusia Kurdi Hengaw mengatakan, pada Senin (26/9) sebanyak18 pengunjuk rasa Kurdi telah dibunuh oleh pasukan keamanan, 898 lainnya terluka, dan lebih dari 1.000 ditangkap ketika pihak berwenang Iran berusaha untuk menekan perbedaan pendapat di wilayah tersebut dan di tempat lain.

Kelompok lain, Hak Asasi Manusia Iran, telah menempatkan korban nasional di antara pengunjuk rasa mencapai 76. Sementara, media pemerintah melaporkan bahwa 41 orang telah tewas, termasuk personel keamanan dan milisi pro-pemerintah.

Pihak berwenang Iran menyalahkan kerusuhan pada pendemo yang disebut perusuh terkait dengan musuh asing dan menuduh kelompok oposisi Kurdi Iran bersenjata di negara tetangga Irak Mereka menyusup ke wilayah Kurdi di Iran untuk menabur ketidakamanan.

Pada Rabu (28/9), Korps Pengawal Revolusi Islam mengatakan, telah menyerang pangkalan utama Komala, Partai Demokratik Kurdistan Iran (PDKI) dan Partai Kebebasan Kurdistan (PAK) dengan rudal berpemandu presisi dan drone penyerang untuk ketiga kalinya dalam empat hari. Pasukan itu memperingatkan, serangan akan berlanjut sampai ancaman itu secara tegas dihilangkan.

Komala membenarkan 10 drone mendarat di daerah Zargwez. PAK mengatakan, markasnya di Sherawa diserang. Sementara, PDKI mengatakan pangkalan dan markasnya di Koy Sanjaq diserang.

"Serangan terhadap kelompok oposisi melalui rudal Republik Islam Iran, dengan dalih apa pun, adalah sikap yang salah yang mempromosikan interpretasi menyesatkan tentang jalannya peristiwa," kata Pemerintah Daerah Kurdistan dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah federal Irak juga mengutuk serangan itu, sementara misi PBB di negara itu memperingatkan diplomasi roket adalah tindakan sembrono dengan konsekuensi yang menghancurkan.

Di sisi lain, AS mengatakan, Iran tidak dapat menangkis kesalahan dari masalah internalnya dan keluhan yang sah dari penduduknya dengan serangan melintasi perbatasannya.

img
Ayu mumpuni
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan