sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Taliban larang akses Tiktok dan PUBG

Taliban juga melarang saluran televisi menayangkan apa yang dianggap sebagai materi tidak bermoral.

Nadia Lutfiana Mawarni
Nadia Lutfiana Mawarni Sabtu, 23 Apr 2022 10:27 WIB
Taliban larang akses Tiktok dan PUBG

Kelompok konservatif Afghanistan Taliban, memerintahkan untuk memblokir akses ke media sosial berbasis video Tiktok, serta video gim multipemain, PUBG, karena dianggap membawa ajaran sesat bagi anak-anak muda di negara tersebut.

Taliban juga melarang saluran televisi menayangkan apa yang dianggap sebagai materi tidak bermoral. Sebelumnya, larangan terhadap pemutaran musik, film, dan sinetron televisi juga diterapkan oleh Taliban.

Seperti dilansir BBC, Sabtu (23/4), sebelumnya Taliban menjanjikan pendekatan yang lebih modern kepada pemerintah ketika mengambil alih kekuasaan Agustus tahun lalu. Namun, yang terjadi adalah kelompok ini semakin membatasi kebebasan, terutama bagi kalangan perempuan. Taliban telah melarang perempuan beraktivitas di ruang publik untuk sebagian sektor. Mereka bahkan menutup sekolah setingkat SMA bagi siswi-siswi perempuan.

Sebelumnya, antara 1996-2001 Taliban memegang kekuasaan di Afghanistan dengan menegakkan aturan konservatif. Juru bicara Taliban Inamullah Samangani mengatakan, bahwa larangan terbaru diperlukan untuk mencegah generasi muda disesatkan. Namun, tidak jelas kapan larangan itu akan diberlakukan dan untuk berapa lama. Ini adalah pertama kalinya kelompok itu melarang aplikasi sejak mereka berkuasa.

Padahal Tiktok dan PUBG merupakan media yang lebih relevan bagi anak muda Afghanistan dalam beberapa bulan terakhir karena beragam hiburan telah dilarang. Tiktok populer di kalangan pria muda yang menikmati hiburan berupa video pendek. Mereka membuat kemudian mengunggahnya di platform tersebut.

PUBG yang merupakan kependekan dari PlayerUnknown's Battlegrounds, adalah game tembak-menembak online yang dibuat oleh pengembang Korea Selatan yang juga cukup populer. Upaya sebelumnya oleh mantan pemerintah untuk melarang PUBG akhirnya gagal.

Jumlah pengguna internet di Afghanistan telah berkembang pesat dalam beberapa tahun bersamaan dengan populasi anak muda yang semakin banyak. Diperkirakan ada 9 juta pengakses internet di Afghanistan. Hampir dua pertiga dari total 39 juta penduduk negara itu berusia 25 tahun ke bawah.

Bersamaan dengan pengumuman larangan Tiktok dan PUBG, empat ledakan secara terpisah terjadi di berbagai kota di Afghanistan. Salah satunya di sebuah masjid Syiah di kota Mazar-e-Sharif. Sedikitnya 31 orang tewas dan 87 lainnya luka-luka. Kantor Berita Bakhtar News melaporkan bahwa Taliban telah menangkap dalang serangan masjid.

Sponsored
Berita Lainnya