logo alinea.id logo alinea.id

Terkait bom Minggu Paskah, 5 orang diekstradisi dari Arab Saudi

Menurut polisi Sri Lanka, kelimanya adalah petinggi yang tersisa dari kelompok yang mendalangi bom Minggu Paskah.

Khairisa Ferida
| Khairisa Ferida Jumat, 14 Jun 2019 17:37 WIB
Terkait bom Minggu Paskah, 5 orang diekstradisi dari Arab Saudi

Lima warga Sri Lanka yang diduga memiliki kaitan dengan bom Minggu Paskah yang menewaskan lebih dari 250 orang ditahan pada Jumat (14/6) setelah dideportasi dari Arab Saudi.

Polisi menolak memberikan rincian tentang penangkapan mereka dengan hanya mengatakan bahwa kelima orang itu ditangkap di sebuah negara di Timur Tengah dan dipulangkan dari dari Jeddah, Arab Saudi.

"Ini adalah lima pemimpin yang tersisa dari kelompok teroris 21 April," ungkap juru bicara Kepolisian Sri Lanka Ruwan Gunasekera.

Serangan bom Minggu Paskah yang menargetkan sejumlah hotel dan gereja mengirimkan gelombang kejut ke Sri Lanka, negeri yang menikmati suasana relatif damai sejak perang saudara berakhir satu dekade lalu.

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang oleh pihak berwenang disebut dilakukan oleh dua kelompok lokal, yaitu National Thawheedh Jamaath (NTJ) dan Jamathei Millathu Ibrahim.

Polisi menolak memberikan informasi tentang peran lima tersangka dalam serangan itu. Namun, Gunasekera mengatakan salah satu dari mereka, yang diidentifikasi sebagai Mohamed Milhan, adalah anggota senior NTJ.

"Dia bisa menjadi pemimpin berikutnya," kata Gunasekera.

Pihak berwenang telah menangkap lebih dari 2.000 orang sehubungan dengan serangan bom Minggu Paskah. Sementara pengadilan telah membebaskan sebagian besar dari mereka dengan jaminan, 634 tetap ditahan.

Sponsored

Pihak berwenang mengatakan ancaman serangan lebih banyak telah berhasil ditangani dan otoritas keamanan telah membongkar sebagian besar jaringan yang terkait dengan pengeboman Minggu Paskah.

Sumber : Reuters