logo alinea.id logo alinea.id

Terkait demo Hong Kong, China kecam NBA dan Apple

NBA telah membangun fanbase yang menguntungkan di Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian berkat popularitas Yao Ming.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 09 Okt 2019 18:36 WIB
Terkait demo Hong Kong, China kecam NBA dan Apple

China pada Rabu (9/10), mengecam Komisaris National Basketball Association (NBA) Adam Silver yang membela pernyataan manajer klub Houston Rockets Daryl Morey yang mendukung gerakan pro-demokrasi Hong Kong.

NBA sendiri berharap bisa meningkatkan popularitasnya di pasar China lewat pertandingan-pertandingan pramusim, tetapi rencana itu berantakan akibat twit Morey, yang sekarang sudah dihapus. Perusahaan penyiaran negara CCTV dan perusahaan internet Tencent China telah menangguhkan siaran.

Tidak hanya itu, buntut kicauan Morey juga membuat pihak berwenang Shanghai membatalkan rencana jumpa fan yang semula dijadwalkan pada Rabu malam sebelum pertandingan Brooklyn Nets versus Los Angeles Lakers. Federasi olahraga Shanghai mengutip pernyataan Morey tidak pantas.

"(Pernyataan Silver) menunjukkan organisasinya bersedia menjadi alat lain yang digunakan untuk campur tangan AS di wilayah administrasi khusus (Hong Kong)," tulis surat kabar China Daily dalam editorialnya.

Spekulasi telah berkembang di AS bahwa pertandingan Brooklyn Nets versus Los Angeles Lakers yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (12/10) di Shenzhen tidak menutup kemungkinan dibatalkan. Kru di Mercedes-Benz Arena Shanghai pada Rabu dilaporkan mulai menghapus logo NBA, Nets dan Lakers serta perusahaan-perusahaan sponsor dari tiang-tiang lampu dan dinding-dinding di kawasan tersebut.

Silver disebut tiba di Shanghai pada Rabu. Pada Selasa dia mengungkap harapannya agar dapat membahas situasi ini dengan para pejabat Tiongkok.

Media China lainnya, Global Times, mengatakan sekarang ada sedikit ruang untuk rekonsiliasi karena masalah ini telah meningkat menjadi bentrokan nilai antara China dan AS.

NBA telah membangun fanbase yang menguntungkan di Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian berkat popularitas Yao Ming, bintang basket dunia asal China yang pernah bermain di Houston Rockets.

Sponsored

Asosiasi Basket China, yang dipimpin Yao Ming, juga telah memutus hubungan dengan Houston Rockets.

Peringatan terhadap perusahaan asing

Protes di Hong Kong telah bergulir selama hampir empat bulan, dipicu oleh RUU ekstradisi. Meski RUU tersebut sudah dicabut secara resmi, namun gerakan terlanjur berkembang menyerukan reformasi demokrasi.

Demonstrasi di Hong Kong disebut sebagai tantangan terbesar bagi pemerintahan China sejak penyerahan kota itu dari Inggris pada 1997.

Media pemerintah China telah berulang kali memperingatkan perusahaan-perusahaan asing agar tidak bicara atau mengambil tindakan apa pun untuk mendukung pemrotes, memperingatkan bahwa jika itu dilakukan maka mereka akan kehilangan akses ke pasar China. Dan Apple menjadi target peringatan baru.

Sebuah artikel di People's Daily, corong Partai Komunis, mengecam sebuah aplikasi di Apple's store yang diduga membantu para pengunjuk rasa mengidentifikasi polisi Hong Kong.

"Persetujuan Apple atas aplikasi tersebut membantu perusuh," kata artikel itu. "Apakah ini berarti Apple bermaksud menjadi kaki tangan perusuh?."

Tulisan yang sama kemudian memperingatkan, "Aplikasi map hanyalah puncak gunung es." Artikel yang sama menuduh bahwa sebuah lagu yang mendukung kemerdekaan Hong Kong juga ada di music store Apple.

"Tidak ada yang ingin menyeret Apple ke dalam kerusuhan yang berkepanjangan di Hong Kong. Tetapi orang-orang memiliki alasan untuk mencurigai bahwa Apple mencampuradukkan bisnis dengan politik ... Apple harus memikirkan konsekuensi keputusannya yang tidak bijaksana dan sembrono," demikian bunyi artikel di People's Daily.

Perusahaan perhiasan asal Amerika Serikat Tiffany, produsen sepatu Vans dan maskapai Hong Kong, Cathay Pacific, termasuk di antara yang telah dikritik oleh China terkait dengan demonstrasi pro-demokrasi di Hong Kong. (AFP)

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Selasa, 15 Okt 2019 20:42 WIB
Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB