sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Uni Eropa siap bantu penanganan coronavirus di ASEAN

Uni Eropa menyatakan kesanggupannya membantu penanganan coronavius di negara-negara ASEAN, termasuk dalam bentuk pengiriman tenaga medis.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 13 Feb 2020 08:02 WIB
Uni Eropa siap bantu penanganan coronavirus di ASEAN
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 396.454
Dirawat 60.694
Meninggal 13.512
Sembuh 322.248

Pejabat senior ASEAN dan Uni Eropa membahas sejumlah langkah bersama untuk menangani wabah coronavirus jenis baru dalam ASEAN-Uni Eropa Senior Officials Meeting di Brussels, Belgia, pada 10-11 Februari 2020.

Dalam pertemuan tersebut, Uni Eropa menyatakan kesanggupannya membantu penanganan coronavius di negara-negara ASEAN dalam bentuk pengiriman tenaga medis, peralatan medis, hingga pertukaran informasi dan pengalaman antarpakar virologi guna mencari solusi medis yang dibutuhkan.

Sejak pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, China, pada akhir 2019, coronavirus jenis baru telah merebak ke lebih dari 20 negara. Beberapa di antaranya merupakan negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Singapura, Thailand, Malaysia, Kamboja, dan Filipina.

Selain itu, para pejabat juga membahas upaya pengembangan kerja sama ekonomi digital, penegakan hak asasi manusia, peningkatan perdagangan, revolusi industri, transportasi, konektivitas, hingga upaya mengatasi perubahan iklim. Mereka menyoroti kemajuan hubungan kemitraan antara kedua organisasi yang telah terjalin selama hampir 43 tahun.

Memimpin pembahasan soal politik dan keamanan, Indonesia menggarisbawahi besarnya tantangan keamanan saat ini, khususnya terkait dengan radikalisme dan penanganan foreign terrorist fighters (FTF).

"Saat ini, dunia dihadapi beragam tantangan keamanan nontradisional. Ancaman yang hadir di satu kawasan pasti akan menjadi ancaman di kawasan lain apabila tidak ditangani dengan baik," ujar Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI Jose Tavares seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Alinea.id, Rabu (12/2).

Jose juga menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam upaya penanganan konflik di tingkat kawasan. Terkait hal itu, ASEAN membentuk ASEAN Women for Peace Registry (AWPR) untuk mendorong peningkatan peran dan keterlibatan perempuan dalam proses rekonsiliasi dan perdamaian di Asia Tenggara.

Dalam hal perdagangan, Uni Eropa adalah mitra dagang terbesar kedua bagi ASEAN setelah China. Kerja sama antara dua organisasi regional tersebut juga berperan besar bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan, khususnya melalui ASEAN-European Union Free Trade Agreement dan Comprehensive Air Transport Agreement (CATA).

Sponsored
Berita Lainnya