sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

WNI ilegal di Taiwan diimbau serahkan diri selama periode amnesti

Kepala KDEI Taipei Didi Sumedi menyebutkan bahwa Taiwan memberi keringanan hukuman pulang dengan tenang pada 1 April-30 Juni 2020.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 23 Mar 2020 15:56 WIB
WNI ilegal di Taiwan diimbau serahkan diri selama periode amnesti
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei mengimbau warga negara Indonesia yang menetap secara ilegal di Taiwan untuk menyerahkan diri karena pemerintah setempat memiliki program amnesti.

"Teman WNI, khususnya yang sudah lama ingin menyerahkan diri untuk pulang ke Indonesia, saat ini imigrasi punya program amnesti," demikian disampaikan Penerangan Sosial Budaya KDEI Taipei, Senin (23/3).

Kepala KDEI Taipei Didi Sumedi menyebutkan bahwa pemerintah Taiwan memberi keringanan hukuman pulang dengan tenang pada 1 April-30 Juni 2020.

Bagi warga negara asing, termasuk Indonesia, yang melewati batas izin tinggal dan menetap yang ingin menyerahkan diri selama periode tersebut tidak ditahan, tidak dicekal, dan dikenai denda ringan, yakni hanya 2.000 dolar Taiwan atau sekitar Rp1,1 juta.

Biasanya denda bagi warga negara asing yang melewati batas izin tinggal sebesar 10.000 dolar Taiwan atau sekitar Rp5,5 juta dan masuk dalam daftar hitam atau tidak boleh kembali lagi ke Taiwan dalam kurun waktu tiga tahun terhitung sejak dideportasi.

Bagi WNI yang menyerahkan diri selama periode tersebut tidak akan masuk dalam daftar hitam pemerintah Taiwan. Program amnesti berlaku selama masa sosialisasi pada 20-31 Maret 2020.

Sebaliknya bagi warga negara asing yang tertangkap pada 1 Juli 2020, maka akan diproses berdasarkan ketentuan yang berlaku. Bahkan pemerintah Taiwan akan mengupayakan amandemen undang-undang agar hukuman bagi pelanggar batas masa tinggal diperberat.

Program tersebut bagian dari upaya pengendalian dan pencegahan Covid-19 di Taiwan, terlebih sejak ada satu kasus WNI yang bekerja secara ilegal terinfeksi coronavirus jenis baru.

Sponsored

Global Workers' Organisationa (GWO), lembaga nonpemerintahan yang bergerak di bidang pemberdayaan pekerja asing di Taiwan, sebelumnya mendesak pemerintah setempat melonggarkan kebijakan imigrasi sehingga memudahkan warga negara asing yang tinggal melebihi batas untuk menyerahkan diri.

Dengan penyerahan diri tersebut memudahkan pemerintah setempat mengendalikan dan mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

Di Taiwan terdapat sekitar 290 ribu WNI yang bekerja di berbagai sektor formal dan informal. Namun, tidak ada angka pasti WNI yang bekerja secara ilegal.

Taiwan mencatat 195 kasus positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, dua orang meninggal dan 28 lainnya dinyatakan sembuh. (Ant)

Berita Lainnya