close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi Kurma. Foto : Azerbaijan_stocker/freepik.
icon caption
Ilustrasi Kurma. Foto : Azerbaijan_stocker/freepik.
Sosial dan Gaya Hidup
Senin, 23 Februari 2026 20:54

Rutin konsumsi kurma saat puasa? Ini 8 manfaatnya untuk tubuh

Kurma kaya serat, antioksidan, dan mineral. Simak 8 manfaatnya untuk gula darah, pencernaan, hingga kesehatan jantung.
swipe

Kurma adalah buah kering bertekstur kenyal dan bercita rasa manis yang tumbuh di wilayah tropis di seluruh dunia. Selama ribuan tahun, kurma menjadi bagian penting dari pola makan masyarakat Timur Tengah.

Di bulan Ramadan, buah ini hampir selalu hadir di meja berbuka maupun sahur. Kurma tidak hanya dipilih karena rasanya yang manis dan menjadi sunah untuk dikonsumsi saat berbuka, tetapi juga karena kandungan nutrisinya yang dinilai baik untuk tubuh setelah seharian berpuasa.

Di balik ukurannya yang kecil, kurma menyimpan energi, serat, vitamin, mineral, serta antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Lalu, apa saja kandungan kurma dan bagaimana manfaatnya bagi tubuh. Berikut ini delapan manfaat kurma dilansir dari Health, Senin (23/2).

1. Membantu mengontrol gula darah

Mengonsumsi kurma tidak secara signifikan meningkatkan kadar glukosa darah karena kurma memiliki indeks glikemik (GI) yang rendah. GI mengukur seberapa cepat makanan meningkatkan gula darah. Makanan dengan GI rendah, seperti kurma, meningkatkan gula darah secara perlahan. Mengontrol gula darah penting untuk membantu pengelolaan diabetes tipe 2 dan mengurangi risiko penyakit jantung.

2. Meningkatkan kesehatan pencernaan

Serat berperan penting dalam mengatur pergerakan usus dan menjaga kesehatan sistem pencernaan. Ahli gizi merekomendasikan asupan serat harian sekitar 25 gram untuk wanita dan 38 gram untuk pria.

Tiga butir kurma Medjool tanpa biji menyediakan sekitar 4,8 gram serat, atau sekitar 13% sampai 19% dari kebutuhan serat harian Anda.

Dalam satu studi kecil, 22 pria dan wanita diminta mengonsumsi tujuh kurma per hari atau campuran karbohidrat dan gula selama 21 hari. Setelah periode jeda 14 hari, kelompok ditukar. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi kurma mengalami frekuensi buang air besar yang lebih teratur.

3. Berpotensi mempermudah persalinan alami

Meta-analisis terhadap delapan penelitian meneliti efek kurma terhadap proses persalinan. Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi kurma dapat mengurangi durasi fase aktif persalinan, yaitu saat serviks membuka dari 6 hingga 10 milimeter.

Serviks (bagian bawah rahim) akan melebar selama persalinan untuk memungkinkan janin melewati jalan lahir. Kurma juga dapat meningkatkan skor Bishop, yaitu ukuran kesiapan serviks untuk persalinan. Namun, penelitian tersebut mencatat bahwa kurma tidak memengaruhi total durasi keseluruhan persalinan maupun frekuensi operasi caesar.

4. Pemanis alami tanpa gula tambahan

Jika menggunakan kurma sebagai pemanis dalam makanan atau resep, tubuh tidak menambah asupan gula tambahan harian. Kandungan gula pada kurma terjadi secara alami karena merupakan buah utuh yang tidak diproses.

Sebagai contoh, label nutrisi pada energy bar bisa mencantumkan 0 gram gula tambahan jika rasa manisnya hanya berasal dari kurma.

Para ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi gula tambahan karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan obesitas. American Heart Association (AHA) merekomendasikan wanita mengonsumsi maksimal 6 sendok teh (25 gram atau 100 kalori) gula tambahan per hari, dan pria maksimal 9 sendok teh (36 gram atau 150 kalori) per hari.

5. Melindungi dari penurunan fungsi kognitif

Beberapa senyawa dalam kurma diketahui membantu melindungi otak. Penelitian awal menunjukkan bahwa kurma berpotensi memiliki efek terapeutik terhadap penurunan fungsi kognitif.

Kurma juga termasuk dalam pola makan Mediterania, yang terbukti dapat menurunkan risiko penyakit Alzheimer, salah satu bentuk demensia yang paling umum. Demensia dapat mengganggu kemampuan berpikir, mengingat, dan melakukan aktivitas sehari-hari. Peradangan otak merupakan salah satu faktor utama dalam perkembangan Alzheimer.

6. Menyediakan berbagai nutrisi penting

Satu butir kurma Medjool tanpa biji mengandung berbagai nutrisi penting dalam jumlah kecil, antara lain:

  • Kalsium: membantu kontraksi dan relaksasi pembuluh darah serta otot, membentuk tulang dan gigi yang kuat, serta membantu sekresi hormon.
     
  • Magnesium: mendukung fungsi otot dan saraf, menjaga detak jantung stabil, memperkuat tulang, dan mendukung sistem imun.
     
  • Kalium: per gramnya, kurma Medjool mengandung kalium lebih banyak daripada pisang. Kalium membantu mengeluarkan limbah dari sel dan memasukkan nutrisi ke dalam sel.
     
  • Zinc (Seng): membantu metabolisme karbohidrat untuk energi, mempercepat penyembuhan luka, memperkuat sistem imun, dan mendukung pertumbuhan sel.

7. Kaya antioksidan

Kurma mengandung berbagai jenis antioksidan, seperti karotenoid, polifenol, sterol, dan tanin. Antioksidan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Kandungan polifenol pada kurma bahkan disebut lebih tinggi dibandingkan banyak buah kering lainnya, yang berkontribusi dalam menurunkan risiko penyakit kronis.

8. Mendukung kesehatan jantung

Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi kurma dapat membantu meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (LDL) serta kolesterol total. Kondisi ini berkontribusi pada penurunan risiko penyakit jantung, terutama bila dikombinasikan dengan pola makan sehat dan gaya hidup aktif.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan