Rusia mengklaim melancarkan serangan balasan berskala besar ke Ukraina menggunakan sejumlah rudal canggih, termasuk Oreshnik, Kinzhal, dan Iskander, Minggu (24/5/2026).
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan Ukraina terhadap fasilitas sipil di wilayah Rusia dalam beberapa hari terakhir.
Dalam keterangannya, Rusia mengatakan serangan menyasar fasilitas komando militer Ukraina, pangkalan udara, serta perusahaan industri pertahanan.
Serangan itu melibatkan rudal balistik Oreshnik, rudal aerobalistik Iskander, rudal hipersonik Kinzhal, rudal jelajah Zircon, rudal jelajah yang diluncurkan dari udara, laut, dan darat, hingga drone tempur.
“Tujuan serangan telah tercapai. Semua target yang telah ditentukan berhasil dihantam,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia dilansir dari Anadolu Ajansi, Senin (25/5).
Ledakan dilaporkan mengguncang sejumlah wilayah di Ukraina, termasuk ibu kota Kyiv. Warga mengaku mendengar dentuman keras di berbagai titik kota ketika sistem pertahanan udara Ukraina berupaya mencegat serangan rudal Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Rusia meluncurkan sekitar 90 rudal berbagai jenis dan sekitar 600 drone dalam serangan semalam. Menurut Zelenskyy, sedikitnya 83 orang mengalami luka-luka dan terdapat korban jiwa, meski jumlah korban tewas belum diumumkan secara rinci.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyebut sebuah gedung milik Kementerian Luar Negeri Ukraina mengalami kerusakan akibat serangan Rusia.
Di sisi lain, Moskow mengeklaim serangan tersebut merupakan balasan atas serangan Ukraina di Starobilsk, wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia. Otoritas setempat menyebut serangan terhadap gedung perguruan tinggi dan asrama di wilayah itu menyebabkan 21 orang tewas setelah proses pencarian dan evakuasi selesai dilakukan.