sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Perdana, Dian Sastrowardoyo jadi produser film komedi

Bagi Dian, filmnya yang berlatar pendidikan ingin menonjolkan peran guru dalam membentuk karakter.

Mona Tobing
Mona Tobing Minggu, 06 Okt 2019 10:00 WIB
Perdana, Dian Sastrowardoyo jadi produser film komedi

Selebritas Dian Sastrowardoyo terlibat dalam pembuatan film bertema pendidikan yang berjudul "Guru Guru Gokil", sebagai seorang produser.

Dian mengatakan hampir merampungkan film yang salah satunya dibintangi oleh Ibnu Jamil itu.

"Masuk hari ke-19 dari 23 hari syuting (jadwalnya). Adegan yang sudah tersyuting 80%. Akting temen-temen, saya puas, Gading, Faradina, Ibnu Jamil," ujar bintang film AADC ini di sela penyelenggaran Ideafest 2019, JCC, Sabtu.

Film "Guru-Guru Gokil" yang dia garap bersama produser Shanty Harmayn itu berkisah mengenai satu karakter yang karena suatu hal harus menjalani profesi sebagai guru pengganti

Karakter yang tak disebutkan namanya itu menganut konsep kesuksesan identik dengan memiliki uang yang banyak.

"Akhirnya dia belajar banyak hal sehingga konsep kesuksesannya berubah, bonding dengan murid dan guru-guru. Dia terinspirasi dari guru-guru yang menjalani profesi itu karena panggilan hati," papar Dian.

Untuk keperluan film, dia dan tim sempat melakukan riset termasuk mewawancarai guru-guru untuk mendapatkan gambaran dunia pendidikan saat ini. Dian juga menggandeng sejumlah yayasan pendidikan.

"Kami ingin menyentuh bidang pendidikan di poyek pertama ini. Guru punya peranan penting untuk karakter," tutur Dian.

Sponsored

Di sisi lain, Dian yang setelah 20 tahun wara-wiri di perfilman Indonesia sebagai aktris menungkapkan alasannya menjadi produser. Rupanya ia ingin ambil bagian menjadi orang-orang yang bisa memberi bentuk pada industri film. 

Mantan Gadis Sampul ini ingin merancang film yang diinginkannya seperti apa, penontonnya siapa.

Bagi Dian, hal tersebut bisa terwujud apabila menjadi produser. Meski begitu, Dian mengaku tidak mudah menjadi produser.

"Creative producer kerja samanya sama penulis. Kita merancang cerita bareng-bareng. Lebih ribet, jauh lebih pusing, tetapi ini pembelajaran yang sangat baik," kata dia. (Ant)