close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Doc. Eating Disorder | Magnific
icon caption
Doc. Eating Disorder | Magnific
Sosial dan Gaya Hidup
Kamis, 29 Oktober 2026 07:00

Bahaya makan terlalu cepat bagi pencernaan

Kebiasaan makan terlalu cepat ternyata memiliki risiko yang mungkin sering kita rasakan pada tubuh. Yuk kenali dampak dan cara mengurangi kebiasaan makan terlalu cepat untuk tubuh yang sehat.
swipe

Kita mungkin sering kali mempercepat waktu makan supaya bisa kembali bekerja atau melakukan sesuatu. Kebiasaan ini bisa terasa biasa, tetapi bagi sebagian orang ternyata hal ini dapat membuat perut kembung atau begah setelah makan.

Lalu, apakah ini berarti kecepatan makan sebenarnya memengaruhi proses pencernaan? Berikut penjelasan yang bisa kamu simak, dilansir dari Northwestern Medicine (2025).

Mengapa makan terlalu cepat mengganggu pencernaan?

Proses awal pencernaan dimulai dari mulut. Mengunyah membantu memecah makanan menjadi bagian yang lebih kecil dan mencampurnya dengan air liur sebelum kita menelan. 

Ketika makan terlalu cepat, seseorang bisa jadi kurang mengunyah makanan dan lebih banyak menelan udara, sehingga dapat berkontribusi pada kembung atau rasa tidak nyaman pada perut.

Makan cepat tersebut berkaitan dengan dispepsia atau gangguan pencernaan yang bisa terasa sebagai perut bagian atas tidak nyaman, kembung, mual, atau sering bersendawa.

Dampak makan terlalu cepat bagi pencernaan

Makan terlalu cepat memiliki dampak yang mungkin sering kita alami:

  1. Perut kembung dan sering bersendawa. Menelan udara saat makan terlalu cepat dapat menambah rasa tidak nyaman pada tubuh.
  2. Begah atau terlalu kenyang. Makan dengan terburu-buru membuat seseorang kurang menyadari sinyal kenyang dan akhirnya makan lebih banyak.
  3. Gangguan pencernaan. Makan terlalu cepat merupakan salah satu faktor yang dapat memicu atau memperburuk keluhan dispepsia pada sebagian orang.

Bagaimana cara mengurangi kebiasaan makan terlalu cepat?

Mengubah kebiasaan makan tidak harus dimulai dengan menghitung jumlah kunyahan secara ketat. Langkah sederhana yang bisa diterapkan adalah memberi waktu lebih longgar untuk makan, mengunyah sampai makanan cukup halus, dan tidak terburu-buru menelan suapan berikutnya.

Sehingga, kamu tidak harus mengubah seluruh rutinitas makan sekaligus memperlambat beberapa kebiasaan kecil bisa menjadi langkah awal agar makan terasa lebih nyaman di tubuh. Cara ini mungkin bisa kamu lakukan secara praktis di rumah atau di tempat mana pun:

  1. Letakkan sendok atau garpu sejenak di antara suapan.
  2. Kunyah makanan dengan baik sebelum menelan.
  3. Kurangi distraksi seperti bekerja sambil makan atau terus melihat layar. 
  4. Sisihkan waktu makan yang realistis, termasuk saat istirahat kerja.

Penutup

Keluhan begah sesekali belum tentu menandakan penyakit serius. Namun, jika keluhan berlangsung secara terus-menerus, sering kambuh, atau mengganggu aktivitas, seperti nyeri perut, muntah berulang, atau tinja berwarna hitam, gejala-gejala ini memerlukan penanganan medis.

Makan bukan sekadar menyelesaikan satu porsi secepat mungkin. Memberi waktu untuk mengunyah dan mengenali rasa kenyang dapat membantu seseorang makan lebih nyaman. Yuk, mulai jaga diri!

img
Shabrina Dwi Arsa
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan