sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

CEO kitabisa.com cerita rahasia keberhasilan kumpulkan donasi

Total donasi sepanjang masa pandemi coronavirus baru (Covid-19) yang telah berhasil dikumpulkan mencapai Rp130 miliar.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Jumat, 15 Mei 2020 15:34 WIB
CEO kitabisa.com cerita rahasia keberhasilan kumpulkan donasi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26473
Dirawat 17552
Meninggal 1613
Sembuh 7308

Pendiri sekaligus CEO Kitabisa.com Muhammad Alfatih Timur, mengungkapkan, total donasi sepanjang masa pandemi coronavirus baru (Covid-19) yang telah berhasil dikumpulkan mencapai Rp130 miliar.

“Alhamdulillah. Sejak Covid-19 mulai sampai sekarang, sudah ada jutaan donatur yang berpartisipasi. Dan, total donasi yang terkumpul per hari ini Rp130 miliar,” ujar Alfatih, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (15/5).

Ribuan penggalang dana terdiri dari berbagai jenis latar belakang profesi. Misalnya, selebgram Rachel Vennya yang bisa menggalang dana sebesar lebih dari Rp1,2 miliar dalam semalam. Penggalangan dana pun hanya dengan memposting kitabisa.com di Instagram Story-nya.

Selain Rachel Vennya, kata dia, juga ada Raffi Ahmad dan Atta Halilintar. Penggalangan dana juga dilakukan komunitas Fans Club K-Pop. Komunitas penyuka Korean Pop tersebut, menyebarkan penggalangan kitabisa.com di Twitter, dan mengumpulkan ratusan juta juga.

Dalam dua bulan terakhir, Alfatih mengaku menjadi saksi kepedulian nyata dan solidaritas sosial masyarakat Indonesia. Semua kalangan ikut berpatisipasi untuk menyumbangkan donasi. Bahkan, gemuruh banyaknya donasi masuk, justru ketika masyarakat Indonesia terpapar beragam berita sedih akibat dampak pandemi Covid-19.

"Misalnya, para pekerja rata-rata berdonasi dari Rp100.000 hingga Rp200.000. Mereka yang mapan bisa jutaan juga,” ucapnya.

Dengan kemudahan teknologi seperti uang elektronik dan dompet digital yang semakin banyak digunakan, maka hal itu sekaligus juga memudahkan masyarakat untuk berdonasi secara daring.

Dalam kesempatan tersebut, Fatih juga mengisahkan cerita inspiratif melalui tayangan video testimoni berisi seorang anak siswa kelas 6 Sekolah Dasar bernama Rifdah Rahmah yang telah menyumbangkan uang senilai Rp15.000 untuk membantu pengadaan alat pelindung diri tenaga kesehatan.

Sponsored

Pada cerita tersebut, Rifdah Rahmah sekaligus membuka pikiran kepada semua orang bahwa bersedekah tidak harus menunggu kita memiliki uang, tidak diukur dari nominalnya, namun yang terpenting adalah ketulusan dan keiklhasan.

Pada masa pandemi sekarang ini, ada banyak hal yang dapat semua orang lakukan untuk membantu sesama. Tidak hanya membantu donasi melalui media daring, namun bisa juga dengan memberikan bantuan kepada orang-orang terdekat secara langsung.

Selain itu masyarakat bisa saling membantu memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah menjalankan aturan protokol kesehatan dari pemerintah.

“Pada masa pandemi ini, kita harus tolong-menolong. Tidak harus secara daring, tetapi bisa juga dengan melihat tetangga dan orang-orang terdekat kita. Apalagi saat ini menjelang lebaran. Kita tingkatkan kepedulian terhadap sekeliling kita,” pungkasnya.
 

Berita Lainnya