logo alinea.id logo alinea.id

Doremi & You: Persahabatan ABG dan kode keras bagi orang tua

Kisah empat sahabat yang berusaha menang dalam sebuah kompetisi musik.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Sabtu, 29 Jun 2019 16:11 WIB
Doremi & You: Persahabatan ABG dan kode keras bagi orang tua

Doremi & You bisa menjadi tontonan edukatif. Sudut pandang anak baru gede disajikan dalam cerita yang renyah dan lelucon kocak. Dibuka dengan adegan menari dan bernyanyi seluruh pemerannya, film ini mengesankan penuh keceriaan.

Film ini berkisah tentang empat sahabat yang duduk di bangku SMP, yakni Putri (Adyla Rafa Naura Ayu), Anisa (Nashwa Zahira), Markus (Toran Waibro), dan Imung (Fatih Unru). Mereka tengah berjuang menjadi pemenang dalam kompetisi menyanyi di sekolah.

Sepulang dari sekolah, mereka melewati kawasan persawahan dengan sungai yang mengalir jernih. Panorama yang mereka lewati memang indah. Mereka terpesona. Imung lantas mengeluarkan gawainya untuk digunakan berfoto.

Ulah ceroboh Imung justru mengantarkan mereka dengan malapetaka. Ketika pemotretan, sepeda Imung jatuh bersama tas Markus. Lalu, amplop berisi uang kas paduan suara dari tas Markus itu terjebur ke sungai, dan dibawa arus.

Keempat sahabat ini pun saling menyalahkan. Kemudian, putri melontarkan solusi untuk masalah yang mereka hadapi. Ia mengatakan, Festival Musik Doremi & You—yang juga menjadi judul film ini—berhadiah Rp10 juta, bisa jadi solusi mengganti uang kas yang hilang dibawa aliran sungai.

Kak Reno (Devano Danendra) dipilih menjadi pelatih mereka saat kegiatan ekstrakulikuler paduan suara ditiadakan selama masa ujian semester. Reno merupakan anak SMA yang menjadi pemain musik di paduan suara sekolah mereka.

Anisa yang mengeluh karena tak diizinkan bermain musik saat berlangsung ujian semester, menjadi serangkaian konflik yang terjadi di film ini. Konflik lainnya ialah sikap Reno yang terlihat angkuh dan adanya anggapan kalau Putri memilih Reno karena naksir.

Meski aral rintangan menghadang, tetapi mereka akhirnya bisa tampil di Festival Musik Doremi & You. Pertunjukan spontanitas Anisa, Markus, Putri, dan Imung dan aksi panggung Reno ternyata berhasil memikat para juri.

Sponsored

Identitas daerah

Persahabatan empat ABG dalam meraih cita-cita juara di kompetisi musik. /Youtube.com.

Tak bisa dimungkiri, Indonesia terdiri dari banyak suku dan budaya. Namun, dalam beberapa kasus, terkadang terjadi gesekan antargolongan. Film ini seakan merekatkan perbedaan itu, menjadi satu perpaduan yang indah dan menawan.

Di dalam Doremi & You, penonton akan disajikan dengan aneka bahasa dan dialek daerah, serta busana yang khas, seperti batik. Keempat tokoh utama di film ini pun berasal dari latar belakang budaya yang berbeda.

Nashwa Zahira yang berperan sebagai Anis, mewakili identitas Sumatera Utara dan Aceh. Ia merupakan jebolan Indonesian Idol Junior asal Medan, dan artis remaja pendatang baru yang berperan baik di film ini.

Sementara Toran Waibro yang berperan sebagai Markus, mewaikil identitas Papua. Akan tetapi, identitas kedaerahan ini tak tampak jelas dalam sosok Putri (Adyla Rafa Naura Ayu) dan Imung (Fatih Unru).

Putri dan Imung lebih tepat dikatakan sebagai generasi milenial yang tak gagap teknologi. Ia pun tak buta perkara romantika remaja masa kini. Latar belakang film ini diambil sepenuhnya di daerah Yogyakarta.

Sayangnya, konten identitas kedaerahan ini terkesan berlebihan dan memaksakan film berdurasi satu jam 39 menit ini. Akibatnya, konsistensi pendalaman karakter berbasis identitas menjadi tak konsisten.

Pesan untuk orang tua

Adegan ketika tampil di Festival Musik Doremi & You. /Youtube.com.

Romantika percintaan memang lazim untuk bumbu dalam hampir semua film. Begitu pula dengan film yang mengisahkan kehidupan anak baru gede. Akan tetapi, kisah cinta Reno dan Putri seakan-akan malah merusak ritme.

Alur film juga terkesan lambat, melipir ke mana-mana, dan semakin menghabiskan durasi semakin membosankan.

Beberapa konflik yang tercipta di film ini juga menguap, tanpa ada penyelesaiannya. Misalnya, konflik antara Anisa dan pamannya yang melarang berlatih musik karena sedang masa ujian semester. Pamannya marah, takut beasiswa Anisa dicabut kalau nilai ujiannya buruk.

Markus pun punya masalah dengan ayahnya. Ayahnya kerap pulang ke rumah dengan wajah masam dan terkesan ingin marah. Ayahnya, yang berprofesi sebagai penyedia hiburan sirkus mini ditipu kliennya dan merugi.

Seandainya dinarasikan bagaimana manajemen konflik yang terjadi, tentu bisa jadi pelajaran berharga untuk penonton. Yang patut dicatat, film ini justru bukan memberikan pelajaran berharga bagi anak-anak atau remaja, tetapi untuk penonton orang tua.

Narasi cerita sangat bagus untuk mengubah persepsi kebanyakan orang tua di Indonesia, yang selalu merasa benar dan tak mau mengerti anaknya. Padahal, masa remaja awal, mereka sedang mencari jati diri, dan perlu bimbingan orang tua.

Yang menarik justru ditunjukkan oleh sikap orang tua Reno. Orang tuanya tak menghambat bakat dan ketertarikan anaknya untuk membeli alat musik sendiri. Meski memberikan saran, dengan memberitahunya pelan-pelan.

Namun, terlepas dari itu, harus diakui, sang sutradara BW Purba Negara yang pernah pula menggarap Bermula dari A (2011), Say Hello to Yellow (2011), Kamu di Kanan Aku Senang (2013), dan Ziarah (2016) ini sangat memperhatikan detail.

Nyaris seluruh detail dipikirkan betul pesan moralnya. Misalkan, murid-murid diajarkan naik sepeda dan menjaga keselamatan dengan tak lupa mengenakan helm. Musik latar film ini pun sangat baik, berkat hasil olah komposer ternama Andi Rianto.

Film bergenre drama musikal juga masih jarang ada di Indonesia. Maka, Doremi & You patut diapresiasi, meski alur ceritanya mudah sekali tertebak: ditutup dengan happy ending.

starstarstarstarstar3

Film inspiratif dan edukatif, tetapi alur cerita terlalu lambat jadinya membosankan.