logo alinea.id logo alinea.id

Film Gundala, hadiah setengah abad komik Gundala Putra Petir

Gundala merupakan tokoh komik ciptaan Hasmi yang populer dalam komik Gundala Putra Petir.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Sabtu, 20 Jul 2019 22:25 WIB
Film Gundala, hadiah setengah abad komik Gundala Putra Petir

Film bertema patriotik berjudul Gundala akan tayang pada 29 Agustus. Film jagoan besutan sutradara Joko Anwar ini, diharapkan dapat membawa cerita bergambar Indonesia ke masyarakat lebih luas. 

Film ini diluncurkan bersamaan dengan perayaan ke-50 sejak pertama kali diluncurkan pada 1969. Gundala merupakan tokoh komik ciptaan Hasmi yang populer dalam komik Gundala Putra Petir. Komik ini berhasil menyaingi cerita Si Buta dari Gua Hantu, Godam, Aquanus, Mandala, Sri Asih, dan Maza pada 1980an. 

Flm Gundala berkisah tentang Sancaka yang telah hidup di jalanan sejak ditinggalkan orang tuanya. 

"Di tengah kehidupan yang semakin berat dan ketika keadaan kota semakin buruk, ketidakadilan berkecamuk di seluruh negara. Sancaka harus memutuskan, apakah terus hidup menjaga dirinya sendiri atau bangkit menjadi pahlawan bagi mereka yang tertindas," ujar Joko kepada awak media di CGV fX Sudirman, Sabtu (20/7). 

Abimana Aryasatya didapuk sebagai tokoh memerankan Gundala, jagoan memiliki kekuatan petir, bernama asli Sancaka. 

Di film Gundala terbaru ini, Gundala akan melawan Pengkor, musuh bebuyutannya yang diperankan Bront Palarae. 

"Untuk meramu cerita film Gundala, saya mengambil refrensi dari beberapa catatan pribadi pencipta Gundala, Harya Suryaminata alias Hasmi," cerita Joko. 

Selain Abimana Aryasatya dan Bront Palarae, film Gundala juga dibintangi beberapa artis ternama Indonesia. Di antaranya, Tara Basro yang berperan sebagai Wulan atau Merpati. Kemudian ada Ario Bayu sebagai Ghani Zulham, Rio Dewanto sebagai bapak Sancaka, dan Marissa Anita sebagai ibu Sancaka. 

Sponsored

Ada pula Muzakki Ramdhan sebagai Sancaka kecil, Cecep Arif Rahman sebagai Swara Bathin. Selain itu, ada Faris Fadjar sebagai Awang, Aqi Singgih sebagai Ganda Hamdan, Lukman Sardi sebagai Ridwan Bahri, dan masih banyak pemain lainnya. 

Official trailer film Gundala resmi diluncurkan di kanal Youtube Screenplay Films dan We the Fest 2019 pada hari ini.

Cerita dibalik layar

Film ini tidak memakai kata Putra Petir, karena untuk mengenalkan kepada masyarakat, bagaimana proses Gundala menjadi Putra Petir. 

"Kami pergunakan kata Gundala untuk menandakan bahwa ini cerita masih original. Asal muasal Gundala menjadi Putra Petir," ujarnya. 

Proses pengerjaan film Gundala membutuhkan waktu hampir dua tahun, sejak September 2017. Berbagai kendala dan tantangan pun hadir didalam pembuatannya. 

"Proses penulisannya sekitar enam bulan, terus persiapannya 5-6 bulan. Proses shooting berjalan selama dua bulan 53 hari, dengan break. Proses produksi dan segala macam seperti, sound design, dan musik memakan waktu tujuh sampai delapan bulan. Jadi hampir dua tahun," ujar Joko. 

Beberapa kendala yang dialami ketika membuat film Gundala, di antaranya kesulitan mencari lokasi. Pasalnya pada film ini membutuhkan kurang lebih 70 lokasi. Sementara Indonesia belum memiliki fasilitas studio yang mumpuni untuk menciptakan sebuah tempat sesuai keinginan.  

"Kalau di Hollywood, mereka tidak mempergunakan kota benaran. Mereka mempergunakan studio alam yang dibentuk kota. Ada tempatnya, ada fasilitasnya. Kalau di Indonesia syuting harus di lokasi yang sebenarnya," kata Joko. 

Meskipun cerita Gundala berlatar ibu kota Jakarta. Namun tetap saja harus mencari tempat yang pas sampai ke luar kota. 

Kostum bernuansa coklat dan hitam, khas Gundala juga harus dibuat di Los Angeles, California, Amerika Serikat. 

"Designnya oleh seniman kita, tapi pembuatannya itu di Quantum. Di Los Angeles, perusahaan yang bikin kostum film, mereka bikin untuk netflix salah satunya," ucapnya.

Produser film Gundala Sukhdev Singh Wicky dan V Olindo Bismarka Kurniawan mengklaim, film Gundala dikerjakan orang-orang terbaik Indonesia dengan terobosan baru. 

Sukhdev mengatakan, film Gundala menjadi film pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi audio Dolby Atmos. 

"Penonton Gundala akan terpuaskan dengan sound mixing bertaraf internasional ketika menonton di bioskop," ucapnya. 

Sementara itu, Olindo berharap, film Gundala diharapkan dapat membawa cerita bergambar Indonesia ke masyarakat yang lebih luas. 

"Bagi generasi pecinta komik di masanya dapat berbagi kisah dengan generasi yang lebih muda," ujar Olindo. 

Kendati demikian, mereka tidak menjelaskan secara detail berapa biaya yang dikeluarkan dalam memproduksi film Gundala. 

"Yang jelas, Bumilangit menyimpan sekitar 1.000 lebih karakter ciptaan banyak komikus legendaris Indonesia," ujar Olindo. 

Nama-nama legenda seperti bapak komik Indonesia RA Kosasih, Ganes TH, Hasmi, Jan Mintaraga, Mansyur Daman, Wid NS, Nono GM, Banuarli Ambardi, Mater. Serta Iwan Nazif dan Is Yuniarto merupakan original artis yang karyanya dilisensi perusahaan berbasis hiburan Bumilangit.