logo alinea.id logo alinea.id

Film Terlalu Tampan: Komedi receh nan renyah

Adaptasi komik daring populer Indonesia Terlalu Tampan akhirnya bisa kita saksikan di bioskop-bioskop kesayangan mulai 31 Januari 2019 ini.

Annisa Saumi Sabtu, 02 Feb 2019 21:43 WIB
Film Terlalu Tampan: Komedi receh nan renyah

Adaptasi komik daring populer Indonesia Terlalu Tampan akhirnya bisa kita saksikan di bioskop-bioskop kesayangan mulai 31 Januari 2019 ini. Komik daring ini merupakan karya Muhammad Ahmes Avisiena Helvin dan Savenia Melinda yang tayang di Line Webtoon sejak Maret 2017 dan memiliki 100 episode.

Film komedi Indonesia yang terakhir kali saya tonton di bioskop adalah Gila Lu Ndro! yang membuat saya mengernyitkan dahi mencari kelucuannya. Namun, saat menonton Terlalu Tampan, akhirnya saya bisa tertawa dengan komedi yang dihadirkannya.

Jika dibandingkan dengan komik daringnya, narasi Terlalu Tampan tidaklah mengikuti alur cerita dari komik daring tersebut. Sutradara Sabrina Rochelle Kalangie hanya mengambil ide dari komik tersebut jika menjadi tampan itu melelahkan.

Karakter Kulin dan Okas di dalam webtoon. / Facebook Visinema

Tokoh utama dalam film ini, Witing Tresno Jalaran Soko Kulino atau Mas Kulin (Ari Irham) dikisahkan tersiksa dengan ketampanannya. Banyak hal aneh dan tak menyenangkan yang mesti dihadapi Mas Kulin karena ketampanannya.

Mas Kulin pada akhirnya tak memiliki teman dan hanya berinteraksi dengan keluarga kecilnya saja, kakaknya Mas Okis (Tarra Budiman), Pak Archewe (Mercellino Lefrandt), dan ibunya Bu Suk (Iis Dahlia). Mas Kulin memiliki ikan peliharaan bernama Anto yang selalu diajaknya berbicara dan bermain.

Khawatir melihat anak mereka seperti itu, Pak Archewe, Bu Suk, dan Mas Okis menyusun rencana agar Mas Kulin mau kembali ke sekolah SMA, tidak homeschooling lagi. Ia pun memilih SMA khusus laki-laki, SMA Horridson, sebagai sekolahnya.

Hari pertama sekolah, Mas Kulin dirundung geng 3 Tak yang dipimpin Sidi (Dhimas Danang). Memanfaatkan ketampanannya, Mas Kulin ditugaskan Sidi mengantar proposal prom gabungan ke SMA khusus perempuan, SMA Brand Beauty Manner. Mas Kulin tidak sendiri, ia dibantu Kibo (Calvin Jeremy) dan akhirnya menjadi sahabat Mas Kulin.

Sponsored

Salah satu adegan dalam film Terlalu Tampan. / Visinema

Di SMA BBM, kehadiran Kulin dan Kibo membuat keributan. Tak berapa lama keributan itu lantas berubah menjadi kekacauan saat Kulin membuka helmnya untuk memperlihatkan wajah tampannya. SMA BBM lalu divisualkan meledak seperti dalam komik-komik karena ketampanan Kulin.

Banyak perubahan yang dibuat Sabrina dalam adaptasi Terlalu Tampan ini. Kakak Kulin dalam film ini, Mas Okis, dalam versi komiknya adalah adik Kulin. Begitu pula porsi latar belakang Pak Archewe dan Bu Suk hanya mendapatkan narasi saja di film ini, tanpa flashback seperti di komiknya.

Karakter Sidi yang diperankan oleh Danang juga tak ada dalam komik Terlalu Tampan. Begitu pula dengan karakter perempuan yang diperankan oleh Nikita Willy dan Rachel Amanda.

Walaupun tak mengikuti komiknya, alur cerita yang dihadirkan dalam Terlalu Tampan tidaklah tergesa-gesa. Sementara, konflik yang dihadirkan film ini, bukan lagi konflik batin Kulin dengan ketampanannya, melainkan konfliknya dengan Kibo, khas konflik yang dialami para remaja.

Sebagai film komedi, film ini menghadirkan candaan-candaan receh yang yang punchline-nya berhasil membuat tertawa tanpa kesan paksaan. Iis Dahlia yang berperan sebagai Bu Suk pun berani mengejek dirinya dan kumis tipisnya lewat film ini.

Akting semua aktor di Terlalu Tampan baik, tetapi, belum ada yang bisa memberi kesan kuat. Namun, sutradara Sabrina Kalangie berhasil memadukan aktor dan jalan cerita dengan baik. Kerja Sabrina sebagai sutradara rasanya patut diapresiasi mengingat Terlalu Tampan adalah karya debutnya.

Berbicara tentang visual, tone warna hangat yang dihadirkan Sabrina di Terlalu Tampan terasa tepat untuk film komedi semacam ini. Namun, masih dalam masalah visual, bagi saya visual komik yang dihadirkan saat perkenalan geng '3 Tak' terasa dipaksakan. 

Adegan tersebut jadi bagian yang paling tak saya sukai di film ini. Hanya visual komik di bagian ini yang paling berbeda dibandingkan dengan visual-visual lainnya.

starstarstarstarstar3

Candaannya receh, konfliknya khas remaja

 

Cinta bersemi dari aplikasi

Cinta bersemi dari aplikasi

Jumat, 15 Feb 2019 12:59 WIB