sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Gelar ritual adat, Baduy ditutup hingga 30 Mei

Saat menggelar ritual adat Kawalu atau ritual masyarakat Baduy memang menutup diri dari masyarakat luar.

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Rabu, 04 Mar 2020 17:09 WIB
Gelar ritual adat,  Baduy ditutup hingga 30 Mei
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Kunjungan saba budaya Baduy Dalam di Desa Kanekes, Kecamatan Lewidamar, Kabupaten Lebak ditutup selama tiga bulan ke depan. Dikarenakan masyarakat Baduy menggelar ritual adat Kawalu.

Hal itu juga berdasarkan hasil musyawarah tangtu tilu bersama jaro tujuh dan pemerintah Desa Kanekes. Seluruh kunjungan saba budaya Baduy dihentikan mulai dari 25 februari hingga Sabtu 30 Mei 2020 atau 01 kawalu tembey-01 safar menurut kalender Baduy.

Saat menggelar ritual adat Kawalu atau ritual masyarakat Baduy memang menutup diri dari masyarakat luar. Dalam ritual tersebut mereka melaksanakan puasa dan melaksanakan upacara ritual ngeriung selamatan pada hari ke-18. Ritual Kawalu biasanya dilakukan setiap awal tahun dan digelar satu kali dalam setahun.

"Penutupan sampai 3 bulan ke depan. Kegiatan upacara (adat) kawalu ada ritualnya. Sebelum upacara ada puasa," kata Jaro Saija kepala Desa Kanekes saat dikonfirmasi, Rabu (4/3).

Meski demikian, ada beberapa tamu tertentu yang tetap diperbolehkan masuk ke dalam kawasan Baduy dalam saat ritual Kawalu, yakni tamu dari instansi pemerintahan (dinas) tetapi tetap dibatasi dengan hanya sepuluh orang, tamu yang memiliki tujuan khusus atau ziarah dan tamu rombongan penelitian. 

Wisatawan hanya diperbolehkan mengunjungi ke kawasan Baduy Luar. Yang membedakan dua perkampungan ini adalah masyarakat Baduy Luar sudah mulai menerima perubahan zaman. Sedangkan Baduy Dalam masih teguh menjalankan adat.

"Kawasan Baduy Dalam yaitu, Kampung Cibeo, Cikartawana dan Cikeusik. Wisatawan saba Baduy hanya diizinkan di Baduy Luar," katanya.

Setelah ritual adat Kawalu berakhir, masyarakat Baduy Dalam bersama dengan masyarakat Baduy Luar akan turun gunung, menggelar ritual saba Baduy. Di mana ribuan warga suku Baduy Dalam akan berbondong-bondong berjalan kaki dari Desa Kanekes sejauh puluhan kilometer ke Kota Rangkasbitung Pendopo Bupati dan Kota Serang Pendopo Gubernur untuk bertemu dengan 'Bapak Gede' Bupati Lebak dan Gubernur Banten.

Sponsored

Pada gelaran tersebut masyarakat Baduy akan menyerahkan hasil bumi mereka ke Pemerintah Daerah. "Kalau saba (Baduy) akhir tahun," katanya.

Berita Lainnya