logo alinea.id logo alinea.id

Habibie & Ainun, bukti cinta sejati benar-benar ada

"Jika sampai waktunya istri saya akan tidur untuk selama-lamanya, maka jangan diperlihatkan monitor denyut jantungnya kepada saya."

Robertus Rony Setiawan Fadli Mubarok
Robertus Rony Setiawan | Fadli Mubarok Jumat, 13 Sep 2019 12:31 WIB
Habibie & Ainun, bukti cinta sejati benar-benar ada

"Anda sudah operasi istri saya 12 kali dalam 4 minggu dan hasilnya makin memprihatinkan. Apakah jikalau istri saya dioperasi lagi Anda dapat menggaransi keadaan Ainun lebih baik? Jikalau Anda dapat memberi garansi membaik, saya dapat menyetujui istri saya dioperasi lagi untuk ke 13 kalinya," tanya Bacharuddin Jusuf Habibie, di hadapan tim dokter, Dr.Steinbeck, Dr.Bruns, dan Dr.Zwissler yang merawat Ainun.

Saat itu, Jumat 21 Mei 2010 sekitar pukul 11.00 pagi, Habibie tengah menemui ketiga dokter itu untuk membicarakan mengenai keadaan Ainun. Dokter meminta persetujuan Habibie untuk mengoperasi lagi Ainun hari itu juga.   

Setelah mendenger jawaban tim dokter yang menyampaikan kalau mereka tidak dapat memberikan garansi, Habibie hanya bisa pasrah. "Saya serahkan kepada Tuhan. Saya hanya memohon kepada Anda semua untuk tidak memberi beban rasa sakit kepada istri saya," lanjut Habibie, mengambil keputusan.

Mantan presiden ketiga Indonesia itu menyadari, waktu Ainun di dunia tak lama lagi. Emosinya tak terbendung, tangisnya pun pecah di depan para dokter sambil mengatakan, "jika sampai waktunya istri saya akan tidur untuk selama-lamanya, maka jangan diperlihatkan monitor denyut jantungnya kepada saya. Saya takut menjadi histeris sedih. Tolong hindari itu." 

Malam itu, dokter mengizinkannya untuk tidur di kamar Ainun dirawat. Sabtu, 22 Mei 2010 pukul 17.30 waktu Muenchen, Ainun dengan tenang dan damai akhirnya pergi untuk selama-lamanya.

Detik-detik itu masih terpatri kuat dalam ingatan Habibie hingga sanggup menceritakannya kembali dalam buku Habibie & Ainun (2010). Buku itu ditulis Habibie sebagai salah satu terapi untuk mengobati kerinduan, rasa tiba-tiba kehilangan seseorang yang selama 48 tahun 10 hari hidup bersama. Menulis, menjadi salah satu anjuran dokter agar Habibie terhindar dari gangguan psikosomatik, gejala penyakit yang erat hubungannya dengan faktor fisik, psikologis, dan sosial. Apa lacur, emosi yang tinggi dan berlebihan bisa berdampak negatif bagi kesehatan Habibie.

Kehilangan Ainun yang pindah ke alam dimensi lain, begitu Habibie menyebutnya, membuat dirinya begitu hancur. Sosok wanita yang dipanggilnya 'gula jawa' itu masih sering muncul dalam benaknya. Ya, 'gula jawa' karena Ainun gemuk dan hitam saat masih mengenakan seragam putih-biru.  

Bersebelahan

Sponsored

Cinta Habibie tak pernah padam. Meski sudah merelakan, namun butuh waktu lama untuk bisa move on. 

Puisi hasil guratan Habibie bertepatan dengan seribu hari kepergian Ainun, sang terkasihnya, menjadi tesis yang sangat mudah untuk melihat betapa besar rasa cinta Habibie terhadap Ainun.

Setiap kalimat dalam bait per baitnya menunjukkan kekuatan cinta yang menggelora. dalam puisi berjudul "Seribu" itu, Habibie seolah ingin menunjukkan bahwa bagaimanapun ia dan Ainun tidak bisa terpisahakan, sekali pun maut sempat memberi jarak.

Sudah Seribu hari Ainun pindah ke dimensi dan keadaan berbeda. Lingkunganmu, kemampuanmu, dan kebutuhanmu pula berbeda. Karena cinta murni, suci, sejati, sempurna, dan abadi tak berbeda. Kita tetap manunggal, menyatu dan tak berbeda sepanjang masa.

Demikian bait pertama puisi itu. Pada bait ini, Habibie telah menunjukkan kesetiaannya. Kepada Ainun, ia ingin memberitahukan bahwa, sekali pun dipisahkan maut, cintanya tak akan pernah sulut.

Kerinduannya terhadap Ainun kerap kali membuatnya ingin menyusulnya dan kembali menjalani kisah cinta sebagaimana di waktu silam. Seperti dituturkan pemeran Ainun dalam film Habibie & Ainun, Bunga Citra Lestari. Wanita yang kerap disapa Unge itu menceritakan, Habibie tak pernah absen mencurahkan isi hatinya tentang Ainun di sela-sela obrolan mereka.

"Eyang (Habibie) kalau cerita sama aku selalu bilang ingin sekali bareng Ainun lagi. Dia kangen sekali dengan Ainun," kata Unge, selepas prosesi pemakaman Habibie di Taman Makam Pahlawan (TMP) Utama Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9).

Habibie juga ngotot ingin dikuburkan di samping makam Ainun. Dalam tayangan Mata Najwa di Metro TV, Juni 2016, Habibie bertutur, memberikan syarat saat Ainun meninggal. Dia mau Ainun dimakamkan di TMP Kalibata, asalkan di sebelahnya menjadi makamnya kelak.

Habibie ingin dikuburkan di samping makam Ainun jika meninggal. 

"Saya tahu Ainun di kavling 121 di TMP Kalibata. Di kavling 120 kosong, itu tempat saya nanti," kata Habibie. 

Permintaan itu kini terkabul. Habibie yang tutup usia pada Rabu (8/11) petang akhirnya kembali bersanding dengan Ainun di TMP Kalibata. Sesuai keinginan Habibie, kavling 121 untuk Ainun dan kavling 120 untuknya.

Habibie meninggal di usia 83 tahun. Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan itu meninggal akibat penyakit yang dideritanya. 

Unge, kendati ia belum percaya sepenuhnya bahwa Habibie sudah tiada, namun mengingat curahan hati Habibie setiap waktu membuatnya memilih untuk ikhlas melepas laki-laki yang telah ia anggap sebagai kakeknya sendiri itu. Bagi Unge, Habibie dan Ainun pantas untuk bahagia di surga.

Ibu satu anak itu menganggap Habibie dapat mewujudkan mimpi-mimpinya untuk kembali bersama Ainun. Sekarang, lanjut Unge, mereka sudah terlihat mesra kembali saat liang mereka bersebelahan.

"Sekarang keinginan eyang bukan sebatas mimpi lagi, keinginan itu sudah dipenuhi. Jadi selain aku sedih, aku juga bahagia," papar Unge.

Kisah cinta Habibie dan Ainun disebut amat romantis. Melihat cinta Habibie dan Ainun, membuat Unge pada akhirnya percaya bahwa cinta sejati di dunia benar-benar ada. 

Kisah mereka berdua, tambahnya, patut dijadikan inspirasi bagi siapa pun yang sedang menjalani hubungan. Pelajaran bagaimana kesetiaan cinta sangat tampak hingga di liang lahat. "Seperti itulah kesetiaan cinta yang abadi," ujar dia.

Kendati demikian, Unge mengaku sangat kebilangan Habibie. Di mata Unge, Habibie merupakan sosok yang selalu memberikan semangat kepada dia. Unge terus menerus mendapatkan nasihat agar bisa terus berkembang, baik dalam dunia akting maupun musik

"Eyang juga mengaku kalau aku lagi manggung di TV, selalu nonton aku. Jadi mengikuti perkembanganku terus dan aku sejujurnya merasa kehilangan. Tidak ada lagi yang memberikan support," tambahnya.

Bukan hanya Unge, kesetiaan Habibie juga diutarakan oleh putra pertamanya, Ilham Akbar Habibie saat memberikan sambutan di acara prosesi pemakaman. Menurut Ilham, Habibie adalah sosok yang bisa menjadi guru, bukan hanya soal teknologi dan pengetahuan, tetapi juga tentang cinta.

"Cinta itu, cinta suami istri, cinta kepada sanak saudara, cinta kepada pekerjaan, kepada negara dan bangsa, cinta kepada dunia, seluas-luasnya. Itulah bapak, Habibie yang dicintai dan mencintai," ucap Ilham.

Kisah cinta Habibie dan Ainun bahkan menjadi obat duka bagi Ilham. Dia percaya, wafatnya Habibie akan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Habibie karena dapat kembali bersama Ainun. 

Ilham berharap mereka berdua sekarang benar-benar dapat kembali menjadi satu. Bersatu dalam akhirat, adalah suatu hal yang didambakan Habibie selama sembilan tahun selepas Ainun wafat.

"Bapak itu tiap hari tahlilan. Setiap hari Jumat juga lebih memilih untuk ke makam Ibu memberi doa. Begitu setia, sampai wafat pun dikuburkan di sebelah," terangnya.

Habibie & Ainun 3

Cinta Habibie kepada Ainun memang bukan menjadi rahasia lagi. Kisah keduanya diangkat ke layar lebar secara berseri. Film pertama berjudul Habibie & Ainun yang dirilis 20 Desember 2012, sanggup menyedot perhatian publik. 

Kesuksesan film itu berlanjut di sekuel kedua berjudul Rudy Habibie. Film drama biopik Indonesia tahun 2016 yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini, merupakan prekuel dari Habibie & Ainun. 

Jilid ketiga film berbalut kisah pasangan romantis berjudul Habibie & Ainun 3 direncanakan siap rilis pada Desember 2019. Film ini bagian dari ide cerita dalam dua film terdahulu.

Namun, gagasan cerita Habibie & Ainun 3 berfokus mengisahkan perjalanan hidup Ainun. Hal itu dijelaskan oleh produser film Habibie & Ainun 3 dari rumah produksi MD Entertainment, Manoj Punjabi.

Manoj berujar, pihaknya selalu berkomunikasi dan diskusi dengan Habibie selama proses praproduksi hingga produksi film. Menurut dia, film Habibie & Ainun 3 yang dibintangi oleh Reza Rahadian dan Maudy Ayunda itu merupakan persembahan Habibie bagi istrinya, Ainun Habibie.

"Dia (BJ Habibie) selalu ngomong, film ini for Ainun, ini tentang Ainun. Sampai di akhir hidup di sisi Ainun pun Pak Habibie berpesan begitu," kata Produser film Manoj Punjabi, saat melayat ke rumah duka kediaman Habibie di Jalan Patra Kuningan XIII, Kamis siang (12/9).

Rencananya, MD Entertainment akan merilis trailer film tersebut minggu depan. 

Perjalanan cinta Habibie dan Ainun. Alinea.id.