logo alinea.id logo alinea.id

Isyana Sarasvati dan kolaborasi sesama musisi

Rencananya, Isyana Sarasvati akan berkolaborasi dengan Boyzone saat konser perpisahan boy band asal Irlandia itu pada 24 Maret 2019.

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Jumat, 08 Mar 2019 17:26 WIB
Isyana Sarasvati dan kolaborasi sesama musisi

Isyana Sarasvati tak bisa menutupi wajah semringahnya karena terpilih sebagai penyanyi pembuka dalam konser perpisahan boy band asal Irlandia, Boyzone, yang akan digelar pada 24 Maret 2019.

Konser bertajuk “Thank You & Goodnight Farewell Tour 2019” di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.Ia punya kenangan dengan lagu-lagu boy band, yang beranggotakan Ronan Keating, Mikey Graham, Keith Duffy, dan Shane Lynch itu.

“Dulu aku dikenalin lagu-lagu Boyzone sama ibu-bapak aku pas masih kecil. Kita sering banget sing a long di mobil,” katanya saat ditemui usai konferensi pers konser Boyzone di Sea Grain Restaurant and Bar, Jalan Pegangsaan Timur, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (6/3).

Baginya, menjadi penyanyi pembuka di konser boy band yang tenar pada 1990-an itu merupakan hal yang langka. Bukan hanya menjadi penyanyi pembuka, dalam konser tersebut, Isyana juga rencananya akan kolaborasi di atas panggung.

“Kesempatan baik ini tidak akan datang dua kali. Terima kasih atas kepercayaannya. Tunggu konsernya nanti,” tutur Isyana. Meski begitu, ia masih merahasiakan kolaborasi seperti apa yang akan dipentaskan.

Sebagai informasi, selain akan manggung di Indonesia, Boyzone bakal gelar konser perpisahan di Hongkong, Thailand, dan Australia.

Terpilihnya Isyana menjadi penyanyi pembuka dan kolaborasi tentu saja tidak sembarangan. Isyana merupakan penyanyi yang sudah banyak prestasi. Ia mengasah bakat musiknya sejak kecil.

Sejak kemunculannya di industri musik Indonesia pada 2015, Isyana digadang-gadang menjadi pesaing serius Raisa. Isyana muncul dan menjadi terkenal, usai melatunkan “Tetap dalam Jiwa”, yang terdapat dalam album perdananya, Explore!

Sponsored

Isyana pun sudah pernah menyabet berbagai penghargaan di bidang musik, baik dari dalam maupun luar negeri, seperti Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards (2015 dan 2017), Mnet Asian Music Awards (2017), dan Anugerah Planet Muzik (2018).

Pada 2017, ia mengeluarkan album Paradox. Setelah itu, ia bukan hanya menjadi penyanyi, tetapi juga menjadi bintang iklan. Pada 2018, ia juga menjadi pemain dalam film komedi romantis Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga, sebagai Rika.

Kolaborasi

Rendy Pandugo, Isyana Sarasvati, dan Afgan Syahreza dalam lagu “Feel So Right”. (Youtube).

Penyanyi asal Bandung kelahiran 2 Mei 1993 tersebut, kini tengah sibuk dengan berbagai proyek kolaborasi musik. Maka, rencana kolaborasi di konser Boyzone bukanlah sesuatu yang baru bagi perempuan lulusan Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura dan Royal College of Music, Inggris tersebut.

Ia pertama kali berduet dengan Rara Sekar—mantan grup Banda Neira—dalam lagu “Luruh” untuk soundtrack film Milly & Mamet (2018). Kemudian, proyek kolaborasi menjadi makanan Isyana. Salah satunya yang sedang berjalan adalah kolaborasi bersama Afgan dan Rendy Pandugo.

Isyana mengatakan, kolaborasi musik dengan Afgan Syahreza dan Rendy itu disebut AIR. “Itu singkatan huruf depan nama kami,” kata Isyana.

Kolaborasi ini, kata Isyana, sudah menghasilkan dua lagu, yakni “Heaven” dan “Feel So Right”. Lagu “Heaven” dirilis pada 2018. Sementara lagu “Feel So Right” merupakan salah satu lagu yang akan dimasukkan dalam mini album.

Isyana punya alasan mengapa ia sibuk berkolaborasi dengan beberapa penyanyi. Baginya, kolaborasi merupakan jalan untuk menemukan keseimbangan dalam bermusik.

“Kolaborasi itu penting banget karena akan membuat kita balance sebagai seorang musisi. Kolaborasi dapat menjaga ego kita. Kita jadi banyak mempelajari hal-hal baru,” kata Isyana.

Selain itu, menurut Isyana, kerja sama dengan musisi lain sangat menguntungkan. Sebab, bisa melatih dirinya untuk saling bertukar pikiran.

Semangat bagi milenial

Lagu-lagu dalam kolaborasi itu pun tidak sembarangan. Ada pesan tersendiri bagi generasi muda.

Isyana berkisah, lagu “Feel So Right” yang rilis pada Februari 2019 memiliki tujuan membangkitkan semangat generasi milenial di tengah tantangan zaman yang berbasis digital.

Menurut Isyana, pengaruh media sosial ikut menimbulkan kecemasan Afgan, Isyana, dan Rendy terhadap anak muda. Misalnya, generasi milenial menjadi enggan berkarya dan bersuara karena takut mudah dicap jelek atau dikomentari negatif.

“Kita ingin encourage people (mendorong orang) karena aku melihat generasi milenial sekarang harus hidup dan survive di era digital yang sangat liar dan bebas. Di lagu ‘Feel So Right’, kita ingin menyampaikan bahwa kita harus berani keluar menjadi diri sendiri, be the best of myself,” tutur Isyana.

Sejak tayang di situs Youtube pada 22 Februari 2019, hingga kini video klip “Feel So Right” sudah ditonton lebih dari 570.000 kali, dan disukai 11 ribu orang. Isyana pun berharap, lirik lagu “Feel So Right” menjadi sebuah suntikan semangat bagi para penikmat musik.

“Di lagu ini kita ingin, saat mereka menyanyikan atau mendengarkannya itu kayak menjadi terapi bagi diri sendiri,” ujarnya.

Isyana memiliki pesan untuk musisi-musisi baru. Ia bilang, mereka jangan pernah takut untuk berkarya. “Jangan pernah menyerah. Nikmati setiap proses dalam bermusik, karena dari situ kamu akan belajar banyak,” kata dia.